Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Maret 2014

Bang Manshur Pecangaan Tukang Parkir Nyambi Ngojek Punya Hoby Ngebreak


Bang Manshur

Jepara -
Jika anda kebetulan  mampir ke BRI Unit Pecangaan Kulon  pasti akan ketemu dengan tukang parkir yang penampilannya nyleneh . Selain memakai rompi yang cukup tebal ,juga baju dalamnya berlapis-lapis. Dengan topinya yang khas tidak lupa peluit yang tidak pernah lepas dari bibirnya . Setiap ada yang mau parkir atau keluar dari area BRI Pecangaan iapun memberi  jalan agar keluar dengan nyaman.
Orang sekitar memanggilnya Manshur atau Bang Manshur tukang parkir , karena penampilannya yang nyleneh itulah maka orang cepat mengenal dan mengingatnya. Setiap hari ia mangkal di sekitar BRI Pecangaan yang tidak jauh dari Bunderan Pecangaan . Di BRI itu ia markir tidak sendirian , namun di bagi dengan teman sesama profesi .
“ Saya kerja jadi tukang parkir sudah sejak tahun 2008 yang lalu. Alhamdulillah sehari ya bisa dapat Rp 25 ribu kadang lebih . Selain jadi tukang parkir saya juga ngojek pakai motor ini “, ujar Manshur ( 36)  pada Warta Demak yang menemuinya di depan BRI Unit Pecangaan Kulon.
Manshur mengatakan , meski orang melihatnya agak sinis terhadap pekerjaannya namun setiap hari ia jalani dengan senang hati. Jika pagi menjelang iapun berangkat dari rumahnya dengan menaiki kendaraan Honda Grand kesayangannya. Kendaraan Hondanyapun unik ada berbagai macam asesories seperti pakaian yang dikenakan sehari-hari.
Sampai di tempat kerjanya depan BRI iapun memarkir kendaraannya lalu mulailah ia mengatur kendaraan para nasabah . Dari jasanya menjual jasa parkir ia mendapatkan uang sedikit demi sedikit dari pagi sampai sore ia kumpulkan . Dari uang hasil parkir itu ia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga mengirimi anaknya.
bergambar dengan penulis

“ Ya gimana lagi sekarang cari kerja sulit mas , jadi tukang parkir tak apalah yang penting halal dan barokah hasilnya “, tambah Manshur.
Meski bekerja sebagai tukang parkir namun Manshur mempunyai hoby yang tidak semua orang melakukannya  yaitu sebagai breaker. Dengan HT kesayangannya itu disela-sela waktunya tidak bekerja ia ngebreak menemui teman-temannya di local Jepara ( Pecangaan, Mayong dan Kalinyamatan ) di 14.2760. Setiap sore sampai malam hari ia gunakan waktu luangnya untuk cuap- cuap di udara menemui teman-temannya berbagai macam profesi.
“ Ya untuk mengisi waktu luang saya gunakan waktu untuk ngebreak bersama teman-teman , selain bisa berkomunikasi juga menambah kenalan “, kata Manshur .menutup sua (Muin)

Jumat, 21 Maret 2014

Khamid Sang Pustakawan SD Kedungmutih


Khamid Pustawakan SD Kedungmutih

Demak – SD Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak saat ini mempunyai gedung perpustakaan yang cukup bagus. Selain bangunan yang megah koleksi bukunya juga beragam . Sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk mengelolanya.

Adalah Khamid (30) pustakawan yang setiap hari menunggu dan mengelola gedung perpustakaan . Statusnya saat ini adalah tenaga honorer atau wiyata. Namun demikian dia mengaku tetap bekerja setiap hari meski honor yang diterima belum memadai.

“ Wah malu mengatakan berapa honor saya sebulan , kurang etis kelihatan nya . Ya berapapun honor dari sekolah saya terima mudah-mudahan berkah “, kata Khamid padaFORMASS, Jum’at (14/3).

Lulusan D2 Perpustakaan mengatakan dalam mengelola perpustakaan dibutuhkan keahlian dan juga kesabaran. Ribuan buku yang ada dirak selain diatur rapi menurut jenisnya juga di beri label agar tidak tertukar satu sama yang lainnya.

Selain itu juga ada buku-buku administrasi yang dipersiapkan untuk mengelola berbagai macam buku . Misalnya buku peminjam , buku induk , dan masih banyak lagi yang lainnya. Data di komputerpun ada juga untuk mempercepat pelayanan pada siswa.

“ Ya hitung-hitung mempraktekkan hasil kuliah mas , siapa tahu ada lowongan pustakawan di pendaftaran CPNS tahun depan “, harap Khamid.

Khamid mengatakan , dulunya ia berwiyata di SD Kedungmutih sebagai penjaga SD menggantikan Penjaga yang pensiuan. Namun karena ia memiliki ijasah Paket C maka ketika ada pembukaan D2 Perpustaakan UT iapun mendaftarkan dirinya.

Sambil berwiyata iapun kuliah sore hari dengan biaya honor yang didapatkan dari SD. Selain itu iapun kerja serabutan untuk tambahan biaya  kuliah. Misalnya angkut matreal , mengecat sampai dengan jadi pesuruh.Bahkan jaga malam ia lakoni demi untuk membayar kuliahnya.

Jika waktu pembayaran kuliah tiba iapun mengajukan pinjaman ke ke Koperasi yang dekat dengan SD. Dengan dijamin oleh bendahara sekolah iapun bisa dibiayai koperasi dengan cara potong honor. Begitu jalan terus hingga kuliahnya selesai.

“ Tanpa pinjam ke koperasi “ Margi Rahayu” ini mana bisa saya bayar kuliah dengan kontan. Satu-satunya biaya kuliah ya dari honor wiyata “, papar Khamid.

Kini dia bersyukur telah menyelesaikan kuliahnya di D2 perpustakaan. Sehingga kini dia tidak wiyata sebagai penjaga SD namun sebagai pustakawan yang mengelola perpustakaan. Harapan ke depan selain bisa diangkat menjadi pegawai negeri, iapun ingin melanjutkan kuliah S-1 Perpustakaan.


“ Ya doakan saja mas saya bisa jadi PNS dan lanjut kuliah hingga lulus S-1 perpustakaan “, katanya. (Muin)