Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Pengalaman Naik Bus Trans Semarang Jauh Dekat Rp 3.500



Semarang - Dalam bulan Agustus ini saya beberapa kali harus ke Semarang untuk suatu urusan. Karena tidak membawa kendaraan sendiri maka untuk transportasi memakai kendaraan angkutan umum. Nah untuk perjalanan di dalam kota Semarang biasanya saya naik angkutan Daihatsu Orange. Tetapi kali ini saya mencoba Bus Trans Semarang.

Dari informasi selain murah ongkosnya , bis Trans Semarang juga nyaman dinaiki. Oleh karena itu ketika turun dari Bus umum Demak – Semarang untuk menuju ke Rumah Sakit Umum Kariadi Semarang sayapun mencoba naik Bus Trans Semarang. Hitung hitung sambil mencoba kenyamanan angkutan umum seperti halnya Trans Jakarta.

Untuk menikmati Bus Trans Semarang ini penumpang harus menunggu di halte-halte yang telah disediakan . Jika kita datang dari Timur Semarang dan ingin mencoba naik bus Trans Semarang maka kita harus masuk ke dalam Terminal Terboyo atau naik dari halte depan Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.





Nah setelah kita memasuki Bus ini kita tinggal pilih jurusan kemana kita akan pergi. Di halte pemberhentian Bus Trans Semarang ini ada peta kota Semarang yang menunjukkan dimana bus-bus Trans Semarang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Oleh karena itu sebelum naik kita harus membaca peta dulu apakah Bus Trans Semarang ini singgah pada tempat yang kita tuju.

Dari peta yang terpasang Bus Trans Semarang ini singgah pada tempat-tempat yang umum dan juga vital di kota Semarang. Tempat tempat persinggahan itu diantaranya kota lama dengan gereja Blenduknya , Pasar Johar , Balai kota , Rumah Sakit Kariadi dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga bagi yang ingin keliling kota Semarang Bus Trans Semarang ini bisa menjadi alternative transportasi.



Nah bagaimana dengan ongkos atau biaya sekali jalan untuk menikmati Bus Trans Semarang ini ? Berdasarkan Keputusan Walikota Semarang No 551.2/015 2009 tentang tarif angkutan kota Semarang maka tarifnya hanya Rp 3.500 umum dan Rp 1.000 untuk pelajar. Jika dibandingkan dengan angkutan umum lain tarif bus Trans Semarang lebih ekonomis . Apalagi jika routenya jauh kita bisa hemat Rp 2.000 – Rp 3.000 sekali jalan.

Oleh karena lebih ekonomis itulah maka pada jam-jam sibuk Bus Trans Semarang ini selalu penuh dengan penumpang. Selain pelajar dan Mahasiswa PNS dan karyawan swasta banyak pula yang menggunakan jasa Bus Trans Semarang ini. Sehingga selain tempat duduk penuh dengan penumpang mereka juga banyak yang berdiri dengan pegangan tangan yang disediakan.

Meskipun penuh sesak naik Bus Trans Semarang ini cukup nyaman karena ada AC yang menyuplai udara segar dalam Bus. Sehingga meskipun tidak bisa duduk para pengguna bus ini tetap setia menanti kedatangan bus di setiap halte. Penasaran akan layanan bus Trans Semarang ini jika anda jalan-jalan ke Semarang bisa mencoba menikmatinya. (Muin)

Rawat Inap Di RSUP Kariadi Turun Kelas



Semarang - Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang saat merupakan rumah sakit rujukan Jawa Tengah atau mungkin lebih luas lagi. Selain pasien dari daerah-daerah di Jawa Tengah ada beberapa pasien yang mengaku datang dari luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera. Oleh karena itu suasana IGD  cukup padat dan penempatan pasien ke ruang perawatan butuh waktu yang cukup panjang.

“ Saya sudah nunggu di IGD ini hampir tiga hari ini , namun sampai saat ini ayah saya belum mendapatkan kamar perawatan . Ya masih harus sabar disini “, ujar salah seorang penunggu yang mengaku berasal dari Pangkalan Bun Kalimantan.

Selain lamanya masuk ke ruang perawatan ada hal yang dikeluhkan oleh beberapa pasien rujukan dari rumah sakit daerah. Banyak dari mereka turun kelas pada kamar perawatan. Hak mereka sebenarnya Kelas 1 sesuai dengan pembayaran premi bulanan . Namun karena alasan ruang kelas 1 yang penuh akhirnya mereka turun kelas 2 bahkan banyak pula yang masuk kelas 3.

“ Habis bagimana mas ayah saya mestinya di rawat di kelas 1 sesuai dengan kartu Askes yang di bawa. Namun informasi yang didapatkan dari perawat di IGD yang kosong hanya ruang kelas 3 ya terpaksa saja saya tandatangani persetujuan itu “, kata salah seorang penunggu pasien yang mengaku berasal dari Demak.



Penunggu pasien lain yang mengaku berasal dari Purwodadi mengatakan, bapaknya adalah pemegang kartu BPJS dengan layanan Kelas 1. Namun ketika masuk di IGD dan melakukan pendaftaran ruang perawatan di kelas 1 penuh. Oleh perawat di IGD ditawarkan kamar perawatan yang kosong hanya kelas 3.

“ Ya gimana lagi daripada nunggu terlalu lama di IGD , kelas 3 tetap kita ambil daripada dipakai orang lain. Soalnya pasien di IGD yang nunggu kamar perawatan juga terus bertambah “, tambahnya.

Memang turun kelas perawatan di RSUP Kariadi Semarang bukan info baru lagi. Hampir setiap hari terjadi kejadian serupa namun kebanyakan memilih untuk turun kelas . Harapannya setelah mendapatkan kamar si pasien bisa langsung mendapatkan tindakan atau perawatan dari dokter atau tenaga medis.

Namun demikian sebuah sumber mengatakan agar informasi yang didapatkan valid. Maka sebelum menandatangani perjanjian penempatan kamar perawatan keluarga pasien mengecek ke lapangan . Apakah kamar yang diinginkan benar-benar telah penuh dengan pasien rawat inap. Jika benar telah penuh barulah menyetujui penurunan kelas perawatan.


“ Jangan-jangan di kelas itu masih ada kamar kosong , namun sudah diboking orang-orang atau lewat jalur lain sehingga kesannya penuh terus “, tambah sumber yang tidak mau disebut namanya.***