Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Gapoktan “ Tani Makmur ” Cabean Demak Dana PUAPnya Berkembang Pesat


Sunardi Sekretaris Gapoktan " Tani Makmur " Cabean Demak

Demak- Desa Caben kecamatan kota Demak dikenal sebagai daerah pertanian yang potensial . Di desa ini tumbuh beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani ) “ Tani Makmur”. Sehingga ketika pemerintah meluncurkan Program PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian ) via Kantor Dinas Pertanian Gapoktan ini bertambah maju kegiatan usaha anggotanya.

“ Kami menerima dana PUAP di tahun 2009 sebesar 100 juta , Dana itu kemudian kami usahakan simpan pinjam kepada anggota dengan membentuk LKM ( Lembaga Keuangan Mikro ) “ tutur Sunardi Sekretaris Gapoktan “ Tani Makmur “ dihadapan peserta Bintek PUAP se kabupaten Demak di Aula Bapelluh –KP Demak.

Sunardi mengatakan ketika menerima hibah Rp 100 juta tersebut fihaknya juga ragu akan kelangsungan dan keselamatan dana tersebut. Namun setelah rembug bersama maka penguruspun bergerak mensosialisasikan kepada angggota. Ketua Kelompok tani diberikan pengertian akan manfaat dana PUAP tersebut . Akhirnya dana itu terserap seluruhnya kepada para petani.

Dra. Tri Wahyu Hapsari Ka Bappeluh-KP Demak
“ Awalnya sasaran kami memang pembiayaan untuk usaha tani saja . Namun setelah berkembang beberapa tahun dana terus bertambah. Maka warga desa yang mempunyai usaha lain yang produktif kami layani “, kata Sunardi.

Dalam waktu hampir lima tahun ini dana PUAP yang dahulunya hanya Rp 100 juta , kini berkembang menjadi Rp 151.458.925. Anggota peminjam sebanyak 129 orang . Setiap tahunnya rutin mengadakan RAT dan juga memberikan SHU kepada seluruh anggota. Pengurus Gapoktan yang turut membesarkan LKM juga diberikan penghargaan yang sepadan.

“ Resep yang sederhana agar dana PUAP ini berkembang. Yang utama adalah kemauan  dan kejujuran. Untuk kemampuan mengelola uang tersebut bisa sambil berjalan , belajar dan mengikuti pelatihan yang ada “, tambah Sunardi.
 Dengan semakin berkembangnya usaha simpan pinjam di LKM Gapoktan “ Tani Makmur” pengurus akan melebarkan usahanya dengan membangun pertokoan dan juga untuk kantor LKM. Di tanah bondo desa tersebut telah dibangun kantor dan juga unit toko yang telah menelan biaya sekitar 40 juta rupiah. Untuk menyelesaikannnya masih butuh dana separoh lagi.

“ Harapan saya setelah mempunyai kantor sendiri dan juga unit usaha penjualan sarana pertanian. Usaha LKM bertambah maju apalagi saat ini kami juga baru proses pengajuan Badan Hukum Koperasi “, kata Sunardi. (Muin)


Minggu, 11 Mei 2014

Takut Macet Dana PUAP Masih Ngendon Di Rekening Gapoktan


Kepala Bappeluh beri sambutan

Demak – Salah satu program pemberdayaan di sector Pertanian adalah penggelontoran Dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian) . Dana masing-masing sebesar Rp 100 juta itu diberikan kepada Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani ) di setiap desa . Salah satunya desa-desa di kabupaten Demak.

Dari data yang ada dari seluruh desa di kabupaten demak sejumlah 249 desa baru 146 yang mendapatkan dana PUAP. Dari 146 desa itu ada beberapa desa yang dananya masih ngendon di rekening gapoktan. Salah satu penyebabnya diduga pengelola takut dana itu macet dianggota setelah dicairkan.

“ Ya karena itu dana pemberdayaan makanya setelah pelatihan ini saya harapkan semua Gapoktan atau LKMA. Mengelola dana PUAP ini dengan sebaik-baiknya . Ini semua demi peningkatan ekonomi di sector pertanian”, kata Kepala Bappeluh Demak Tri Wahyu Hapsari  di sela –sela pelatihan penguatan LKMA PUAP di Balai Desa Katonsari Demak.

Dikatakan, Gapoktan atau LKMA diharapkan memanfaatkan dan PUAP ini dengan sebaik-baiknya. Dalam pengelolaan jika ada kesulitan dapat meminta bantuan pada penyuluh atau PMT. Diharapkan setelah berjalan maka dana itu berkembang dan benar-benar dimanfaatkan  oleh para petani.

“ Jadi jangan ada lagi dana PUAP yang ngendon di Bank. Oleh karena itu pada kesempatan pelatihan ini anda semua dapat bertukar informasi dengan pengelola lain tentang perkembangan dana PUAP ini “, tambahnya.

Ahmad Ghufron PMT 


Sementara itu Ahmad Ghufron salah satu PMT mengemukakan, dana PUAP ini dikucurkan seperti halnya dana PNPM untuk pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu ada petunjuk pelaksanaan tentang pengucuran dana tersebut.

Dana PUAP ini sebagai modal awal Gapoktan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di pedesaan. Dana ini lewat LKMA ( Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) untuk membiayai usaha petani di sector pertanian, peternakan dan usaha lain yang berbasis pertanian.

“ Oleh karena itu jika ada dana PUAP yang masih ngendon di rekening ya itu seharusnya cepat-cepat di cairkan. Dana itu kan dana untuk pemberdayaan masyarakat petani “, kata Ahmad Ghufron.

Dikatakan juga , LKMA atau Gapoktan yang perkembangannya bagus ke depan bias berbadan hokum menjadi Koperasi. Beberapa LKMA atau Gapoktan di kabupaten Demak ini ada yang berhasil dan berkembang menjadi Koperasi. Sehingga usahanya lebih luas lagi .(Muin)



BUKU PRIMBON LENGKAP                

Senin, 21 April 2014

Klengkeng Demak Segar Petik dari Pohon , Silakan Coba !!!



Demak - Warga Demak dan sekitarnya saat ini bisa memetik sekaligus membeli buah Klengkeng langsung dari pohonnya. Lokasi kebun klengkeng berada di dukuh Putat desa Wringin Jajar kecamatan Mranggen kabupaten Demak.

Ancer-ancernya, dari prapatan Pasar Waru ke arah barat kira-kira dua kilo, terus ada pertigaan yg belok ke kiri ya, tanya aja dukuh putat, Rt 2 RW 4.”, tulis Salafudin saja di FB warga Demak.




Untuk lebih jelasnya anda bisa menghubungi HP 0817450445 / 085740161411.

Menurut Salafudin harga Klengkeng segar petik dari kebun perkilonya Rp 18.000,-. Rasa Klengkeng ditanggung segar alami karena pengelolaan tanpa obat-batan kimiia. (Muin)