Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Kini Demak Penghasil Melon Berkualitas



Modal Rp 15 Juta, Panen Rp 30 Juta

DEMAK-Desa Wonosari Kecamatan Bonang berhasil menambah wilayah tanam untuk melon. Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen raya melon dari lahan pertanian setempat hasil demplot dari Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (Bapeluh) Demak.
Kondisi lahan yang labil membuat petani Wonosari kebingungan untuk menanam pada masa tanam III yang cenderung bercuaca kemarau. Sebuah kelompok tani atas dukungan Bapeluh nekat menanam buah melon, kendati petani lain menyangka kelompok itu bunuh diri. Ternyata justru sekarang sudah menuai untung dari hasil menanam melon.
Koordinator Penyuluh, Hisyam mengakui cukup sulit saat pertama menyakinkan petani sudi menanam bibit di luar pola tanam biasanya. Dirinya terus berusaha menyakinkan melalui perlakukaan intensif, dari pembenihan , pemupukan berimbang, pengendalian OPT (organime pengganggu tanaman), serta pengaturan air. “sehingga melon bisa dipanen dengan kualitas buah cukup bagus,” ujarnya.


Menurut Kepala Bapelu, Wahyu Habsari dengan keberhasilan demplot melon di desa Wonosari, berarti desa tersebut bagus untuk tanaman melon. Selanjutnya dia menyilahkan petani setempat mencoba tanam melon untuk meraup keuntungan, menggunakan teknologi yang sama seperti yang diterapkan kepada Kelompok Tani ‘Sidoasih’.

Sedianya lahan 1.500 meterpersegi bisa ditanam sebanyak 2.000 batang tanaman melon. Tiap satu pohon melon bisa tumbuh bagus untuk 2 buah melon dengan berat antara 4kg-5kg per buahnya. “Dalam 1.500 meterpersegi atau 1/6 hektar bisa dipanen buah melon seberat 8 ton,” jelas Wahyu, saat mengikuti panen demplot melon di Desa Wonosari.

Lanjutnya, pasaran buah melon action cukup bagus, yaitu harga petik panen mencapai Rp.4.100 per-kg namun harga jual di pasar-pasar mencapai Rp.7.000 per-kg.

Nilai tanam buah melon sangat ekonomis, dari lahan 1/6 hektar hanya membutuhkan dana Rp 15 juta untuk pembibitan, tanam serta perawatan. Diprediksi hasil panen laku hingga Rp 30 juta.

“Hanya saja untuk tanaman Melon diperlukan perhatian yang intensif, dari usia tanaman bila buah mulai membesar pohon yang terikat di ajir (lanjran kayu) segera dilepas. Buah dibiarkan di tanah. Dalam kondisi tersebut perlu diperhatikan hama yang menyerang, meliputi bakteri, jamus, dan tukus. (swi/16)  
Sumber : Harian Semarang



Rokok Bodong Diamankan Petugas Gabungan

Demak - Rokok tanpa pita cukai atau biasa disebut rokok bodong hingga kini masih beredar dan diperjualbelikan secara bebas di wilayah Kabupaten Demak. Meskipun peredarannya sudah jauh berkurang dari sebelumnya, lantaran seringnya tim penegak perda melakukan operasi yustisi.

“Kami selalu minta para pengecer untuk tidak mau menjualkan rokok-rokok bodong tersebut. Karena untungnya tidak seberapa, tetapi resikonya justru sangat besar. Selain dagangannya disita, pengecer pun harus mempertanggungjawabkan di pengadilan,” kata Lilik Handoyo, Plt Kasi Penegakan Perda Kansospol PP Kabupaten Demak kepada demakpos, Selasa (20/5).

Sasaran operasi yustisi pekan lalu adalah warung-warung di wilayah Kecamatan Guntur, Karangawen, Mranggen, Sayung, Wonosalam, Dempet dan Mijen. Dari 14 pedagang di wilayah tersebut, masih terdapat 10 merek rokok bodong yang berhasil diamankan. Sedangkan sebelumnya di warung-warung tersebut terdapat 20 merek.

Di antara pemilik warung kelontong mengaku, rokok bodong tersebut adalah titipan dari seseorang sales. Kalau tidak laku, maka barang itupun diambil lagi oleh salesnya, sehingga secara materi dia tidak merasa rugi oleh karenanya. (mac)

Minggu, 11 Mei 2014

Takut Macet Dana PUAP Masih Ngendon Di Rekening Gapoktan


Kepala Bappeluh beri sambutan

Demak – Salah satu program pemberdayaan di sector Pertanian adalah penggelontoran Dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian) . Dana masing-masing sebesar Rp 100 juta itu diberikan kepada Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani ) di setiap desa . Salah satunya desa-desa di kabupaten Demak.

Dari data yang ada dari seluruh desa di kabupaten demak sejumlah 249 desa baru 146 yang mendapatkan dana PUAP. Dari 146 desa itu ada beberapa desa yang dananya masih ngendon di rekening gapoktan. Salah satu penyebabnya diduga pengelola takut dana itu macet dianggota setelah dicairkan.

“ Ya karena itu dana pemberdayaan makanya setelah pelatihan ini saya harapkan semua Gapoktan atau LKMA. Mengelola dana PUAP ini dengan sebaik-baiknya . Ini semua demi peningkatan ekonomi di sector pertanian”, kata Kepala Bappeluh Demak Tri Wahyu Hapsari  di sela –sela pelatihan penguatan LKMA PUAP di Balai Desa Katonsari Demak.

Dikatakan, Gapoktan atau LKMA diharapkan memanfaatkan dan PUAP ini dengan sebaik-baiknya. Dalam pengelolaan jika ada kesulitan dapat meminta bantuan pada penyuluh atau PMT. Diharapkan setelah berjalan maka dana itu berkembang dan benar-benar dimanfaatkan  oleh para petani.

“ Jadi jangan ada lagi dana PUAP yang ngendon di Bank. Oleh karena itu pada kesempatan pelatihan ini anda semua dapat bertukar informasi dengan pengelola lain tentang perkembangan dana PUAP ini “, tambahnya.

Ahmad Ghufron PMT 


Sementara itu Ahmad Ghufron salah satu PMT mengemukakan, dana PUAP ini dikucurkan seperti halnya dana PNPM untuk pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu ada petunjuk pelaksanaan tentang pengucuran dana tersebut.

Dana PUAP ini sebagai modal awal Gapoktan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di pedesaan. Dana ini lewat LKMA ( Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) untuk membiayai usaha petani di sector pertanian, peternakan dan usaha lain yang berbasis pertanian.

“ Oleh karena itu jika ada dana PUAP yang masih ngendon di rekening ya itu seharusnya cepat-cepat di cairkan. Dana itu kan dana untuk pemberdayaan masyarakat petani “, kata Ahmad Ghufron.

Dikatakan juga , LKMA atau Gapoktan yang perkembangannya bagus ke depan bias berbadan hokum menjadi Koperasi. Beberapa LKMA atau Gapoktan di kabupaten Demak ini ada yang berhasil dan berkembang menjadi Koperasi. Sehingga usahanya lebih luas lagi .(Muin)



BUKU PRIMBON LENGKAP                

Jembatan Bungo Demak Lokasi Memancing Yang Mengasyikkan


Pemancing mangkal di jembatan Bungo lama

Demak - Salah satu tempat favorit untuk memancing ikan di seputaran Jepara , Kudus dan Demak adalah jembatan Bungo yang dibawahnya mengalir sungai Wulan yang dikenal cukup deras alirannya. Jembatan ini yang terletak di desa Bungo kecamatan Wedung kabupaten Demak .

 Bagi penggemar olah raga memancing bukan tempat asing lagi , karena setiap hari puluhan orang memanfaatkan tempat ini untuk melampiaskan hoby memancing mereka . Puncaknya jika hari Minggu atau liburan tempat ini penuh dengan pemancing yang datang dari berbagai penjuru daerah Kudus , Jepara dan Demak . Mereka biasa datang 3 – 4 orang dengan membawa peralatan memancing dan juga umpan berupa udang hidup yang dibeli dari kiri kanan jembatatan.

” Saya bisa dipastikan memancing disini seminggu sekali , jika tidak ada pekerjaan bisa dua kali seminggu habis gimana udah hobi . Selain itu dalam setiap memancing saya dipastikan bisa membawa pulang ikan jadi ya ketagihan terus ”, ujar Ngadono (45) pemancing dari Welahan Jepara 

Ngadono yang siang itu ditemani 5 rekannya yang mempunyai hobny sama mengatakan , meskipun hasil memancing dengan biaya operasional memancing kadang lebih banyak biaya operasionalnya namun setiap kali mereka pasti berangkat memancing . 


Padahal selain meluangkan waktu mereka juga mengeluarkan biaya untuk membeli umpan berupa udang hidup, bensin atau ongkos transportasi dan juga untuk biaya makan satu hari . Namun hal itu bagi mereka bukanlah menjadi halangan , karena menurut mereka dengan memancing ikan bisa menghilangkan stres apalagi jika pulang membawa ikan besar hati ini rasanya gembira bukan kepalang.



” Seperti beberapa bulan yang lalu di tempat ini pernah ada pemancing yang mendapatkan ikan kakap dengan berat hampir 20 Kg , hari selanjutnya pemancing datang kesini secara berduyun-duyun sehingga jembatan ini penuh dengan manusia ”, tambah Ngadono yang setiap mancing pasti pulang membawa ikan.

Namun demikian ada yang disayangkan oleh para pemancing yang mangkal di jembatan Bungo ini yaitu kurang bersihnya kondisi air di sungai Wulan yang diakibatkan oleh limbah pabrik . Pada saat-saat tertentu kondisi air jadi keruh m sehingga ikan-ikanpun lari ke laut lagi , bahkan kadang kala ikan-ikan ditemukan para pemancing sudah dalam keadaan mati mengambang. 


Oleh karena itu mereka berharap kondisi air di sungai Wulan ini dapat bersih terus , dan pengelola pabrik di daerah Kudus tidak membuang limbahnya ke sungai Wulan. Dengan kondisi sungai yang bersih itu ikan-ikan besar akan datang ke sungai , sehingga para pemancing dapat mendapatkan ikan yang besar sebagai jerih payahnya memancing sehari.

” Bagi teman-teman yang punya hobi mancing dan bertempat tinggal disekitar Demak bisa coba mancing di jembatan Bungo ini , kita tanggung puas ”, ujar bang Kliwir teman Ngadono. ( Muin)



Senin, 21 April 2014

Petambak Demak dapat Kucuran Dana Rp7,1 Miliar



Demak, Antara Jateng - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucurkan bantuan senilai Rp7,1 miliar untuk mendorong peningkatan produktivitas para petambak dan nelayan Demak, Jawa Tengah.

"Bencana banjir yang melanda wilayah pantai utara Jawa beberapa waktu lalu menyisakan kerugian sangat besar, termasuk wilayah Demak," kata Menteri KKP Sharif C Sutardjo di Kabupaten Demak, Minggu.

Hal tersebut diungkapkannya saat panen ikan lele dan peninjauan Sentra Pengasapan Ikan yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, sekaligus menyerahkan bantuan dari KKP.

Total kerugian yang diakibatkan banjir Pantura setidaknya mencapai Rp587 miliar, kata dia, sementara untuk wilayah Jateng kerugiannya mencapai Rp85 miliar dari 10 kabupaten, termasuk Demak.

"Luasan wilayah di Demak yang terkena dampak banjir mencapai 1.635 hektare dengan kerugian sekitar Rp20 miliar. Bahkan, banjir juga merusak kawasan budi daya dan sentra perikanan di Demak," katanya.

Sharif mengungkapkan bantuan itu dimaksudkan untuk mendorong semangat para petambak dan nelayan untuk bangkit kembali memb
Dengan panjang garis pantai mencapai 72,14 kilometer, kata dia, sektor perikanan selama ini menyumbang pendapatan yang besar bagi Demak, didukung dengan terobosan pengolahan ikan darat maupun tangkap.

"Pada 2013 lalu, sektor budi daya perikanan di Demak sanggup menghasilkan sekitar 28 juta kilogram ikan, sementara untuk sektor perikanan tangkap mampu menghasilkan 2,1 juta kg ikan," kata Harwanto.
angun tambak-tambak untuk sektor perikanan darat, serta perikanan tangkap.

"Bantuan modal kerja bagi korban banjir sangat membantu petambak dan nelayan keluar dari kesulitan. Apalagi, pada masa pemulihan pascabencana setelah sumber pencahariannya terdampak, butuh modal," katanya.

Bantuan sebesar itu, terdiri atas berbagai program, antara lain Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budi Daya, Tugas Pembantuan Minapolitan, mesin pelet, alat pemecah ombak, dan beasiswa pendidikan.

"Termasuk, paket bantuan korban banjir Demak senilai Rp291 juta yang terdiri atas bantuan induk dan benih ikan, serta rehabilitasi saluran melalui kegiatan pengelolaan irigasi tambak partisipatif," kata Sharif.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak Harwanto menyambut baik atas bantuan yang diberikan KKP untuk mendukung pengembangan sektor perikanan budi daya dan perikanan tangkap setempat yang terdampak banjir.

"Kelautan dan perikanan merupakan salah satu dari empat sektor unggulan bagi Kabupaten Demak karena nilai pendapatannya tinggi dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.

 


Minggu, 06 April 2014

Warga Mengeluh Sejumlah Ruas Jalan Di Demak Rusak Parah

Lalu lintas cukup ramai
Demak - Sejumlah jalan raya di kabupaten Demak usai musim penghujan ini kondisinya rusak parah. Selain berlubang besar jika hujan menimbulkan kubangan air yang cukup menanggu pengguna jalan. Beberapa kendaraan roda dua sering terperosok kedalam kubangan air.

Jalan yang terpantau rusak diantaranya jalan raya Kalitekuk - Ngaluran . Setiap hari jalan ini ramai dilewati oleh berbagai kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Jalan ini juga sebagai jalan alternatif menuju desa-desa pertanian di kabupaten Demak.

Lubang besar menyergap pengguna jalan 


" Beberapa hari yang lalu ada truk pengangkut beras yang miring , sehingga berasnya tumpah ke jalan. Ada juga mobil cery yang gardannya ngasruk gundukan jalan ", tulis Muntoha Ihsan pewarta warga di facebook  Warga Demak.

Muntoha Ihsan mengabarkan kerusakan jalan Nggeneng - Ngaluran ini cukup parah . Lubang jalan yang rusak cukup besar. Bahkan gundukannya tinggingan hampir sama dengan tinggi sepeda motor.


Jalan Bonang - Demak 


Sementara itu kerusakan jalan juga menerpa jalan Demak - Bonang . Seperti yang ditulis oleh anggota Warga Demak Helmy Prakoso. Diharapkan usai Pemilu jalan tersebut segera diperbaiki. Terutama para caleg yang memenangkan pemilu 2014 nanti. (Muin)



Jumat, 28 Maret 2014

Jalan Santai HUT Demak Ke 511

Selain mendapatkan hadiah bagi yang beruntung nomor kupon kepesertaannya terambil oleh panitia, kegiatan jalan santai juga dapat mempererat persahabatan dan persaudaraan, menjalin silaturahmi dan menambah pertemanan, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Apalagi bila kegiatan jalan santai tersebut dilakukan secara rutin dan terprogram.

“Jalan santai yang diselenggarakan panitia Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 ini, juga dimaksudkan untuk menjalin ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia-red) dan ukhuwah wataniyah (persaudaraan sesama warga negara-red)”, kata Kabag Humas Pemkab Demak Rudy Santosa SH kepada demakpos, Jumat (28/3) tadi.

HUTjalan 
Wakil Bupati Demak Drs Harwanto  mengibaskan bendera start jalan santai. (Foto: Humas)
 
Menurut Rudy, kebiasaan jalan santai seperti ini sering dilakukan oleh kepanitiaan suatu even. Meskipun hanya menempuh jarak lima kilometeran tetapi bukan jarak tempuh dan waktu tempuh atau doorprise yang menjadi tujuan kegiatan ini, melainkan untuk menjaga kebugaran tubuh, kesegaran jasmani, kestabilan rohani, dan kepedulian silaturahmi masyarakat terhadap daerah inilah yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan jalan sehat. (mac)

Sumber : demakpos.com



Demak Menjadi Serambi Madinah

Kasultanan Demak Bintoro merupakan tempat penyiaran Islam kedua di Indonesia, setelah Aceh dengan Kerajaan Islam Samodera Pasai-nya. Kalau kemudian Aceh terkenal dan dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah, maka tidak terlalu berlebihan apabila Demak pun perlu dinobatkan sebagai Serambi Madinah.

Demikian dikatakan Kiai mBeling Emha Ainun Najib dalam tausiyah Pengajian Budaya-nya bersama Kiai Kanjeng menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511, di pelataran Masjid Agung setempat, Rabu (26/3) lalu.

“Mekkah identik dengan aqidah (keyakinan-red), dan sungguh sangat tepat diterapkan untuk Provinsi Daerah Istimewa ‘Islam’ Aceh, yang masyarakatnya terkenal sangat kuat dan teguh dalam memegang prinsip aqudah. Sedangkan Madinah identik dengan muamalah (pergaulan-red)-nya sehingga amat tepat pula disandangkan untuk kota Demak ini, lantaran kelenturan kebudayaan masyarakatnya”, kata Cak Nun, panggilan akrab Emha Ainun Najib memberikan argumentasinya.



pengajian budaya (18) 
Cak Nun memberikan tausiyah pada Pengajian Budaya-nya. (Foto: Machmud)

Pemberlakuan hukum-hukum Islam di DI Aceh, lanjut Cak Nun, tidak terlepas dari sejarah perjuangan Cut Nya’ Dien melawan Belanda. Maka wajar apabila Aceh dijuluki Serambi Mekkah, karena masyarakat Aceh sangat kuat dalam menggenggam akidah Islamiyah-nya. 

Demikian pula Kasultanan Demak Bintoro, yang dalam sejarah peyiaran Islam disokong penuh oleh wali songo. Pengamalan ajaran Islamnya lebih banyak menyesuaikan/disesuaikan dengan ‘kepercayaan’ dan budaya lokal (animisme, dinamisme, Hindu dan Budha – red) sehingga pergaulan masyarakatnya lebih lentur dan saling dapat ngayomi siapa dan apa saja,. Model pemerintahan seperti itu sama persis dengan yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam Pemerintahan Negara ‘Islam’ Madinah. 

“Dengan alasan itu pulalah, wajar dan tidaklah terlalu berlebihan apabila kota Demak dinobatkan sebagai Serambi Madinah.”, tegas Cak Nun kepada demakpos. (mac)

Sumber : demakpos

Demak Berulang Tahun Yang Ke 511

upacara hari jadi (123) 

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 Tahun 2014, Jumat (28/3) pagi tadi diselenggarakan Upacara Bendera di Alun-alun Simpang Lima dengan Bupati Drs HM Dachirin Said SH, MSi bertindak pembina upacara. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi.

HUTseepeda 

Dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 Tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Demak telah menyelenggarakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik. 

Kegiatan fisik dimaksudkan untuk memperkokoh ketahanan fisik para pegawai dan masyarakat, sekaligus juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan komunikasi pejabat dengan rakyatnya, di antaranya dengan Jalan Santai dan Bersepeda Santai Berhadiah.


MUDAROSAH (12) 

Sedangkan kegiatan nonfisik berupa pengajian, mudarosah dan istighotsah, dimaksudkan untuk mempertebal keyakinan, motivasi kinerja dan meningkatkan kepercayaan diri dalam bekerja, serta memohon perlindungan, kekuatan batin dan keridloaan Allah SWT. 

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan sejak dua pekan menjelang hingga pasca Peringatan Hari Jadi. Ribuan masyarakat ikut mengambil peran dalam mengayubagyo kari ‘keramat’ Demak tersebut seperti gambar. (mac)
 
Sumber : demakpos

Kamis, 27 Maret 2014

Cak Nun: Dilarang Salat Gunakan Silat

Metode dakwah yang dilakukan oleh para wali songo, menyandingkan atau mencampurkan agama dengan kebudayaan adalah tidak dilarang, kecuali bila kebudayaan-nya tersebut melanggar ajaran agama seperti; salat menggunakan gerakan pencak silat, dan atau bacaan salat diganti dengan bahasa atau lagu Indonesia Raya. Demikian dikemukakan Cak Nun (Emha Ainun Najib) dalamPengajian Budaya memperingati HUT Demak ke-511 di pelataran Masjid Agung Demak, Rabu (26/3) semalam.

Mencampur agama dengan kebudayaan seperti yang telah dilakukan oleh para wali songo itu tidak dilarang, karena tidak termasuk bid’ah dlolalah. Bahkan dakwah yang dilakukan para wali pada abad ke-13 tersebut sangat efektif, sehingga Islam dapat diterima dengan baik dan senang hati oleh penduduk pribumi, tersebar di seluruh pelosok Nusantara tanpa ada penolakan dan kekerasan di sana.


CakNun-9Cak Nun dalam Pengajian Budaya di Demak. (Foto: Machmud)

“Dulu, hanya sembilan orang wali, masyarakat Indonesia dapat menerima Islam dengan senang hati, tanpa adanya pemaksaan, kekerasan dan pertumpahan darah di antara pendakwah dan penduduk pribumi yang diajak untuk menggantikan keyakinan animis, dinamis Hindu dan Budha. 

Sekarang, ribuan orang ustadz telah menyebarkan ajaran Islam ke mana-mana, tetapi kaum muslim sendiri merasa ketakutan dan tidak nyaman melakukan ibadah hanya karena dibid’ah-bid’ahkan, dimurtad-murtadkan, dan dikafir-kafirkan”, kata Cak Nun.

Dicontohkan oleh Cak Nun, bahwa celana cingkrang yang dipakai dan janggut Rasulullah saw yang ditumbuhi rambut lebat adalah bukan busana dan penampilan dari ajaran Islam. Tetapi hal itu adalah kondisi riil Arab yang tidak sama dan tidak dapat diterapkan di Indonesia. 

Celana cingkrang di Arab (Mekah) adalah untuk menghindari najis, akibat struktur tanah yang naik turun bukit. Demikian pula jenggot lebat, itu memang ciri gent Arab, tetapi bukan kita yang di Indonesia ini harus meniru kebiasaan di sana.

“Bukan berarti bid’ah kalau kita (orang Islam Indonesia) makan menggunakan sendok, bepergian naik sepeda, motor, mobil, berangkat berhaji menumpang pesawat terbang, membangun masjid dengan bahan kayu, melambari lantai dengan sajadah ketika salat dan sebagainya sebagainya. 

Karena aslinya nabi Muhammad saw hanya makan menggunakan tiga jari, tidak pernah makan dengan sendok karena barang yang dimakan adalah buah kurma, bepergian mengendarai onta dan tidak pernah naik motor apalagi pesawat karena adanya tunggangan di gurun pasir itu hanya onta dan atau kuda, serta ketika membangun masjid Nabawi juga Rasulullah hanya membuat tiang-tiangnya dari pohon kurna, alas salatnya dari pelepah kurna dan atapnya dari daun kurma”, terangnya.

“Apakah mereka yang suka mengkafir-kafirkan muslim itu juga makan sop dan soto hanya menggunakan tiga jari? Apakah mereka bepergian selalu nunggang kuda dan menunaikan ibadah haji mengendarai onta? Apakah mereka salat beralaskan pelepah kurna di masjid yang bertiang pohon dan beratap daun korma?” lontar Cak Nun. (machmud)

Sumber: demakpos.com



Rabu, 26 Maret 2014

Cak Nun: Pilih Capres Soekarno-Soeharto


CakNun-19Pergantian pemimpin itu adalah sunnatullah, dan maraknya masyarakat membicarakan pemilu, tidak perlu dipikir terlalu dalam. Yang terpenting justru pemimpin di tingkat daerah inilah yang paling diperhatikan, karena keberadaan bupati atau walikota di pemerintahan daerah tersebut sangat bertanggung jawab dan bersinggungan langsung dengan kepentingan dan kehidupan rakyat. 

Demikian pesan moral budayawan, Emha Ainun Najib dalam ceramah Pengajian Budaya-nya menyambut HUT Demak ke-511 di pelataran Masjid Agung Demak, Rabu (26/3) semalam.

“Kalau bupati dan walikota di pemda sini sudah baik, peduli rakyat dan mengusahakan kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya, maka kewajiban bapak, ibu dan saudara-saudara sebagai rakyat daerah itu sudah terlepas. Soal presidennya siapa, gak usah dipikirkan karena tidak akan mempengaruhi perubahan secara signifikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan rakyat di daerah ini”, kata Cak Nun, panggilan akrab Emha Ainun Najib ini.

“Mau Ponari atau Jokowi, ggak masalah.”, tambah Cak Nun.

Yang perlu diingat dan dijadikan pedoman dalam memilih presiden adalah memilih orang bertanggung jawab atas tugas yang diembannya, dan yang benar-benar sudah diketahui hasil kinerjanya. Jangan memilih orang yang baru setengah perjalanan.

“Jangan memilih orang yang baru melaksanakan salat dua rekaat, kemudian diminta pindah menjadi imam di masjid lain. Itu salatnya batal alias tidak sah” kata Cak Nun tanpa menyebut nama capres dimaksud.

Budayawan yang juga sering disebut kiai mbeling ini menyarankan, agar pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang masyarakat memilih orang atau calon presiden yang memiliki karakter dan komitmen seperti Presiden Soekarno yang berani tegas menolak kemauan Amerika Serikat dan Presiden Soeharto yang memiliki komitmen tinggi terhadap kaum petani. (mac)