Senin, 31 Maret 2014

PIP Semarang Berikan Penyuluhan Pelayaran Untuk Nelayan


Capt. Suwiyadi berikan kenang-kenangan pada Hamdan Kades Kedungmutih

Demak -  Bertempat di Balai desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Kamis, (27/3) berlangsung Penyuluhan Keselamatan Pelayaran dan juga kesehatan bagi nelayan. Penyuluhan yang diadakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP)  ini diikuti 75 nelayan warga desa Kedungmutih.

Dr. Capt. Suwiyadi, S.Mat, M Mar, MPd selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Direktur PIP mengatakan, acara penyuluhan untuk nelayan tersebut bertujuan agar nelayan yang melaut menangkap ikan selamat dan sehat dalam bekerja. Selain itu lingkungan laut juga terjaga kelestariannya.

Dikatakan , sering terjadi kecelakaan nelayan dilaut karena kurangnya ilmu pengetahuan dalam berlayar. Misalnya persiapan mesin perahu , kondisi perahu dan perbekalan yang lainnya.

Penyuluhan ini juga diharapkan para nelayan akan lebih trampil dalam berlayar sehingga selamat badannya  perahunya dan juga lingkungan. Tidak hanya badannya yang sehat , namun perahu dan mesin awet serta tidak menyebabkan polusi laut.


Suasana Penyuluhan nelayan dari PIP Semarang


“ Dalam pelatihan ini selain Persiapan berlayar , kami juga berikan penyuluhan mengenai perbaikan mesin kapal atau perahu. Sehingga para nelayan bisa mengatasi kerusakan mesin perahu dengan cepat”, kata Capt Suwiyadi padademakpos.

Selain itu acara penyuluhan ini  juga sebagai ajang pengenalan Politeknik Ilmu Pelayaran untuk para nelayan. Diharapkan putra atau putri  nelayan yang ada di Demak bisa belajar di PIP ini. Sehingga nantinya mejadi tenaga pelayaran yang profesional.

“ Kita berharap putra-putri nelayan dari Kedungmutih ini ada yang meneruskan pendidikan di PIP Semarang. Agar kelak menjadi pelaut yang handal “, tambahnya.
Hamdan Kepala Desa Kedungmutih mengatakan acara penyuluhan untuk nelayan dari PIP Semarang diapresiasikan oleh nelayan Kedungmutih cukup positif. Oleh karena itu nelayan  yang datang ke balai desa melebihi kuota yang disediakan.

Oleh karena itu dia selaku pemerintahan desa Kedungmutih mengucapkan terima kasih pada PIP . Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para nelayan lebih profesional dalam berlayar. Selain itu juga kemanan dan kesehatan para nelayan terjaga dengan baik.

“ Harapan saya ke depan ada lagi putra nelayan yang belajar di PIP ini. Saat ini ada satu taruna dari desa Kedungmutih yang belajar di sana”, kata Hamdan.

Menurut Hamdan  Amirul adalah salah satu taruna PIP yang berasal dari desa Kedungmutih. Dia adalah anak seorang nelayan dari RT 07 RW 03 . Saat ini sedang menempuh ujian akhir. Ke depan diharapkan ada lagi taruna atau Taruni PIP yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak. (Muin)



 

Menjadi Anggota Koperasi Banyak Manfaatnya

Hanafi

Demak- Berkoperasi bagi Hanafi salah satu anggota KSP “ Margi Rahayu” banyak manfaatnya. Selain satu tahun bisa bertemu di acara RAT ( Rapat Anggota Tahunan ) anggota juga bisa memanfaatkan  koperasi sebagai tempat untuk pinjam dan juga meyimpan uang.

“ Dengan menjadi anggota Koperasi kita bisa menyimpan dan pinjam uang , sehingga jika perlu modal tidak perlu jauh-jauh ke bank atau lembaga lain”, kata Hanafi pada demakpos di Acara RAT KSP “Margi Rahayu” desa Kedungmutih , Jum’at (28/3).

Hanafi mengatakan dia menjadi anggota KSP “ Margi Rahayu “ sudah lebih 10 tahun . Dia merupakan anggota pendiri yang dulunya KSU “Margi Rahayu” . Setiap RAT dirinya pasti menghadiri acara tersebut selain menerima SHU dan hak lainnya . Dalam kesempatan itu juga mengajukan usul serta saran untuk kemajuan koperasi.

“ Memang saya sering usul dan bertanya , tadi saya mengusulkan agar anggota diberikan seragam . Sehingga tahun depan ketika hadir disini bisa kompak pakaiannya “, tutur Hanafi.

Manfaat yang paling dirasakan sebagai anggota koperasi aku Hanafi , ketika dia butuh uang dengan cepat . Pernah ia meminjam ke koperasi karena mau punya gawe. Dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan beberapa menit uang sudah didapatkan.

“ Jadi bagi anggota tidak ada ruginya menjadi anggota koperasi. Ini saya alami sendiri . Tiap butuh uang untuk keperluan apa saja bisa diatasi lewat KSP “ Margi Rahayu “ ini “, kata Hanafi.



Hal sama juga dikatakan Hamdan Kepala desa Kedungmutih. Dia merupakan inisiator berdirinya KSP “ Margi Rahayu” tersebut. Setelah dilantik menjadi Kepala Desa iapun mempunyai gagasan mendirikan lembaga koperasi ini. Harapannya ke depan koperasi ini dapat meningkatkan perekonomian desa Kedungmutih.

“ Dan harapan saya berhasil meski awalnya memang berat namun setelah berjalan lebih 10 tahun ada perkembangan yang bagus. Ini RAT yang ke 14 belas . Dan saya menjabat kepala desa ya lebih 14 tahun “, kata Hamdan.

Hamdan berharap KSP “Margi Rahayu” ini terus berkembang yang lebih baik lagi. Melayani anggota dengan sepenuh hati dan professional. Persaingan semakin ketat harus di landasi dengan ketekunan kejujuran dan ketelitian dalam mengelola uang.


“ Jika pengelolaan asal-asalan maka pengurus dan pengelola berhadapan dengan aparat hukum yang berakibat akan masuk penjara. Maka hati-hatilah dalam mengelola koperasi ini “, pesan Hamdan pada pengurus dan pengelola saat RAT. (Muin)

Supriyadi , SE : Koperasi Harus Sejahterakan Anggotanya



Supriyadi dari Kantor Koperasi Demak

Demak - Koperasi didirikan dengan tujuan untuk kesejahteraan anggotanya . Oleh karena itu jangan hanya mengejar SHU ( Surplus Hasil Usaha) yang besar tetapi mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan anggota. Ukuran keberhasilan koperasi bukan dari SHU yang tinggi namun sebatas mana koperasi itu dapat menyejahterakan anggota.

“ Selain itu koperasi harus sehat , hal itu bisa dilihat dari laporan keuangan setiap RAT seperti ini. Mudah-mudahan KSP “ Margi Rahayu” ini terus dapat menyejahterakan anggotanya “, kata Supriyadi pejabat dari Kantor Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Demak di acara RAT KSP “ Margi Rahayu” Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak, Jum’at (28/3).

Selain itu koperasi harus menaati segala aturan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang tentang perkoperasian dan juga peraturan pemerintah. Diantaranya harus berbadan hukum , dan juga mempunyai SOP dan SOM dalam rangka menjalankan usaha.

Jika semua itu dilaksanakan maka perjalanan koperasi dalam rangka melayani anggotanya akan lancar. Dalam perjalanan tidak ada hal-hal yang membuat kerugian koperasi. Oleh karena itu masing-masing harus menempatkan perannya masing-masing.

“ Dari pengalaman yang ada hancurnya koperasi bukan karena kelalaian anggotanya , namun kebanyakan dari kelalaian pengurusnya. Saya berharap pengurus KSP ini selalu amanah menjalankan tugasnya”, harap Supriyadi.

Selain itu Supriyadi berpesan kepada pengurus untuk selalu hati-hati dan waspada dalam menjalankan usaha simpan pinjam. Usaha Simpan Pinjam mempunyai resiko yang tinggi .Oleh karena itu harus teliti berkaitan dengan keabsahan jaminan peminjam.

“ Beberapa waktu yang lalu ada salah satu koperasi di Demak kebobolan karena sertifikat yang diagunkan merupakan sertifikat palsu. Hal ini menimbulkan masalah ini jangan sampai terjadi lagi kasus semacam itu “, pesannya.


Menutup sambutannya Supriyadi mengharapkan adanya kepedulian semuanya baik pengelola , pengurus, pengawas dan anggota untuk kemajuan koperasi. Jika semua dijalankan menurut aturan yang ditentukan koperasi benar-benar bisa menyejahterakan anggota dan juga mampu menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya. (Muin)


KSP “ Margi Rahayu” Kedungmutih Wilayah Operasional Kini Se Jateng


Suasana RAT KSP "Margi Rahayu"

Demak - KSP ( Koperasi Simpan Pinjam ) “ Margi Rahayu” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak , Jum’at (28/3) mengadakan RAT tutup buku 2013. Acara Rapat tahunan itu rutin dilaksanakan dalam rangka laporan kepada seluruh anggota . Selain dihadiri oleh pengurus, pengelola pengawas , anggota juga tamu undangan dari Kantor Koperasi Demak.

Zaenal Fathoni Ketua KSP “Margi Rahayu” Kedungmutih pada demakpos mengatakan, RAT rutin dilaksanakan setiap tahun sekali. Untuk tahun ini waktunya agak mundur dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan banjir beberapa waktu yang lalu .

“ Banjir kemarin kantor Keperasi kami kemasukan air , hal itu mengganggu persiapan RAT . Tapi Alhamdulillah hari ini kami bisa melaksanakan RAT sebagai pertanggungjawaban kami pada anggota semuanya”, kata Zaenal Fathoni.

Hamdan Kades Kedungmutih serahkanm doorprize


Dijelaskan oleh Zaenal , KSP “ Margi Rahayu” dulunya KSU yang berdiri pada tahun 1999 dengan jumlah anggota pendiri 50 an orang. Dengan modal awal sekitar 3 juta rupiah. Anggotanya adalah para nelayan, petani,pedagang dan juga wirausaha lainnya.

Namun setelah mengalami perkembangan lebih dari 15 tahun pada tahun 2013 berubah menjadi KSP sesuai dengan UU No: 17 tentang perkopersian. Jumlah anggotanya juga berkembang lebih dari 400 orang . Adapun wilayah kerjanya meliputi seluruh propinsi Jawa Tengah.

“ Awal berdiri memang hanya sebatas kabupaten Demak saja, dalam perkembangan kita melayani anggota di luar kabupaten Demak. Ada yang dari Kudus, Jepara, dan juga lainnya”, kata Zaenal yang guru SD Kedungmutih.

Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus dan BP tahun buku 2013 acara tersebut juga membahas RAPB dan juga Rencana Kerja tahun 2014. Sesi lain yang cukup menarik dari RAT ini adalah pembagian SHU ( Surplus Hasil Usaha ) masing masing anggota sesuai dengan jumlah modal yang ada di koperasi.

Secara keseluruhan   RAT tutup buku 2013 KSP “ Margi Rahayu” berjalan lancar sesuai dengan acara yang ditetapkan. Diawali pembacaan laporan pertanggungjawaban, tanggapan dari anggota  , pengesahan dan ditutup dengan do’a.

Anggota Yang hadir dapat Sovenir payung cantik

Dalam Rapat Anggota Tahunan itu juga digelar pembagian doorprize kepada anggota yang hadir berupa Kompor gas, Magis com, Magic Jar , Termos dan juga setrika kepada anggota yang beruntung. Untuk anggota semuanya pengurus memberikan kenang-kenangan berupa payung.(Muin)

Tradisi Potong Rambut Bayi dan Sembelih Kambing

Tradisi memotong rambut bayi oleh jamaah maulid pada saat asroqolan (berdiri sambil membaca salawat nabi asroqol) ini adalah acara walimatut tasmiyah (pemberian nama terhadap bayi) yang biasa dilakukan oleh masyarakat muslim. Tradisi ini dikaitkan dengan upacara aqiqoh, yang biasa dilakukan pada seputar hari ketujuh dari hari kelahiran bayi bersangkutan.


Aqiqoh adalah upacara keagamaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw kepada umatnya. Pada upacara pemberian nama tersebut disunatkan menyembelih dua ekor kambing/domba untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan. Pada saat itu pula diumumkan nama sang bayi dengan ditandai pemotongan rambut dan didoakan bersama-sama agar menjadi anak salih/salihah.

Upacara aqiqoh sering dilakukan secara khusus dengan mengundang tetangga kanan kiri dan handai tolan. Tetapi tidak jarang pula masyarakat (para orang tua) yang nebeng (ikut numpang) pada suatu acara mauludan di kampung, musolla dan masjid, sebagaimana dilakukan salah seorang jemaah majelis zikir di Masjid Agung Demak, Sabtu (29/3) malam

Asroqol-1Seorang bayi sedang dipotong rambutnya oleh seorang tokoh. (Foto: Machmud)

Selain memotong satu-dua helai rambut bayi secara bergantian jemaah yang hadir, disediakan pula di sisi bayi yang digendong ayahnya berkeliling jemaah maulid sebuah kotak/kardus berisi bedak bayi. Jemaah pun dengan suka rela memoleskan bubuk bedak tersebut ke wajah, pipi atau jidat/batuk bayi sehingga muka bayi mirip badut lucu.

Ada beberapa makna filosofi dan manfaat yang terkandung dalam acara tersebut. Antara lain; bayi mulai dikenalkan dengan tetangga dan gandai tolan, dikenalkan dan dibiasakan silaturahmi dengan tetangga, diperdengarkan dan dibiasakan mengucap/bertutur dengan kalimah toyyibah berupa bacaan salawat, didoakan kebaikan masa depannya, dan sekaligus dilatih dan dibiasakan mencintai nabinya Muhammad Rasulullah serta pengamalan ajaran agamamya. (mac)

Sumber : www.demakpos.com

Makan dalam Ambengan Tiada Lagi Ada Perbedaan

Tradisi makan bersama dalam satu nampan (ambengan-Jw) yang dilakukan oleh Jama’ah Al-Khidmah ini, dapat menciptakan kesetaraan derajat dan menghilangkan kesenjangan sosial. Bersama KH Munir Abdullah, pengasuh Al-Khidmah Jawa Tengah, Bupati Demak Drs HM Dachirin Said SH, MSi, Ketua MUI Drs KH Mohammad Asyiq, para anggota muspida, puluhan pejabat struktural dan fungsional, puluhan calon anggota legislatif (caleg), ribuan orang rakyat jelata, kiai, santeri dan kaum awam berbaur dalam satu majlis mensyukuri Hari Jadi Demak ke-511, di serambi Masjid Agung Demak, Sabtu malam Ahad (29/3).

“Mari kita sukseskan Pemilu 2014 yang bermartabat. Pilihlah wakil rakyat yang baik, yang mempunyai kepedulian terhadap bangsa dan negara. Jangan memilih caleg karena sudah atau akan memberi uang. Sesungguhnya, money politik itu hukumnya haram, dan Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yang selalu makan makanan yang haram”, pesan Bupati Dachirin.

Kepungan-3Jama’ah Al-Khidmah makan ambengan bersama. (Foto: Machmud)

 Dalam tausiyahnya, KH Munir Abdullah mengajak umat Islam untuk selalu memperbarui keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Karena, dalam keadaan suasana dan kondisi serba baru seseorang akan dapat mencapai suatu kebahagiaan yang sangat dalam. Kiai asal Desa Ngroto, Gubug, Grobogan ini lebih banyak mencontohkan suasana kebahagiaan lahir batin yang dijalani oleh pengantin baru pada hari-hari selama bulan madu.

“Kecintaan dan kesayangan suami-istri terhadap kekasihnya tersebut sangat luar biasa, sampai-sampai tidak mengenal cape dan lupa waktu. Itu pula yang dimaksud Nabi Muhammad saw umat muslim-muslimat agar selalu memperbarui keimanannya kepada Allah SWT sebagaimana hadits jaddidủ ïmānukum…”, kata Munir. (mac)

Sumber : www.demakpos.com

Jumat, 28 Maret 2014

Jalan Santai HUT Demak Ke 511

Selain mendapatkan hadiah bagi yang beruntung nomor kupon kepesertaannya terambil oleh panitia, kegiatan jalan santai juga dapat mempererat persahabatan dan persaudaraan, menjalin silaturahmi dan menambah pertemanan, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Apalagi bila kegiatan jalan santai tersebut dilakukan secara rutin dan terprogram.

“Jalan santai yang diselenggarakan panitia Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 ini, juga dimaksudkan untuk menjalin ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia-red) dan ukhuwah wataniyah (persaudaraan sesama warga negara-red)”, kata Kabag Humas Pemkab Demak Rudy Santosa SH kepada demakpos, Jumat (28/3) tadi.

HUTjalan 
Wakil Bupati Demak Drs Harwanto  mengibaskan bendera start jalan santai. (Foto: Humas)
 
Menurut Rudy, kebiasaan jalan santai seperti ini sering dilakukan oleh kepanitiaan suatu even. Meskipun hanya menempuh jarak lima kilometeran tetapi bukan jarak tempuh dan waktu tempuh atau doorprise yang menjadi tujuan kegiatan ini, melainkan untuk menjaga kebugaran tubuh, kesegaran jasmani, kestabilan rohani, dan kepedulian silaturahmi masyarakat terhadap daerah inilah yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan jalan sehat. (mac)

Sumber : demakpos.com



Demak Menjadi Serambi Madinah

Kasultanan Demak Bintoro merupakan tempat penyiaran Islam kedua di Indonesia, setelah Aceh dengan Kerajaan Islam Samodera Pasai-nya. Kalau kemudian Aceh terkenal dan dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah, maka tidak terlalu berlebihan apabila Demak pun perlu dinobatkan sebagai Serambi Madinah.

Demikian dikatakan Kiai mBeling Emha Ainun Najib dalam tausiyah Pengajian Budaya-nya bersama Kiai Kanjeng menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511, di pelataran Masjid Agung setempat, Rabu (26/3) lalu.

“Mekkah identik dengan aqidah (keyakinan-red), dan sungguh sangat tepat diterapkan untuk Provinsi Daerah Istimewa ‘Islam’ Aceh, yang masyarakatnya terkenal sangat kuat dan teguh dalam memegang prinsip aqudah. Sedangkan Madinah identik dengan muamalah (pergaulan-red)-nya sehingga amat tepat pula disandangkan untuk kota Demak ini, lantaran kelenturan kebudayaan masyarakatnya”, kata Cak Nun, panggilan akrab Emha Ainun Najib memberikan argumentasinya.



pengajian budaya (18) 
Cak Nun memberikan tausiyah pada Pengajian Budaya-nya. (Foto: Machmud)

Pemberlakuan hukum-hukum Islam di DI Aceh, lanjut Cak Nun, tidak terlepas dari sejarah perjuangan Cut Nya’ Dien melawan Belanda. Maka wajar apabila Aceh dijuluki Serambi Mekkah, karena masyarakat Aceh sangat kuat dalam menggenggam akidah Islamiyah-nya. 

Demikian pula Kasultanan Demak Bintoro, yang dalam sejarah peyiaran Islam disokong penuh oleh wali songo. Pengamalan ajaran Islamnya lebih banyak menyesuaikan/disesuaikan dengan ‘kepercayaan’ dan budaya lokal (animisme, dinamisme, Hindu dan Budha – red) sehingga pergaulan masyarakatnya lebih lentur dan saling dapat ngayomi siapa dan apa saja,. Model pemerintahan seperti itu sama persis dengan yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam Pemerintahan Negara ‘Islam’ Madinah. 

“Dengan alasan itu pulalah, wajar dan tidaklah terlalu berlebihan apabila kota Demak dinobatkan sebagai Serambi Madinah.”, tegas Cak Nun kepada demakpos. (mac)

Sumber : demakpos

Demak Berulang Tahun Yang Ke 511

upacara hari jadi (123) 

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 Tahun 2014, Jumat (28/3) pagi tadi diselenggarakan Upacara Bendera di Alun-alun Simpang Lima dengan Bupati Drs HM Dachirin Said SH, MSi bertindak pembina upacara. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi.

HUTseepeda 

Dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511 Tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Demak telah menyelenggarakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik. 

Kegiatan fisik dimaksudkan untuk memperkokoh ketahanan fisik para pegawai dan masyarakat, sekaligus juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan komunikasi pejabat dengan rakyatnya, di antaranya dengan Jalan Santai dan Bersepeda Santai Berhadiah.


MUDAROSAH (12) 

Sedangkan kegiatan nonfisik berupa pengajian, mudarosah dan istighotsah, dimaksudkan untuk mempertebal keyakinan, motivasi kinerja dan meningkatkan kepercayaan diri dalam bekerja, serta memohon perlindungan, kekuatan batin dan keridloaan Allah SWT. 

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan sejak dua pekan menjelang hingga pasca Peringatan Hari Jadi. Ribuan masyarakat ikut mengambil peran dalam mengayubagyo kari ‘keramat’ Demak tersebut seperti gambar. (mac)
 
Sumber : demakpos

Kamis, 27 Maret 2014

Cak Nun: Dilarang Salat Gunakan Silat

Metode dakwah yang dilakukan oleh para wali songo, menyandingkan atau mencampurkan agama dengan kebudayaan adalah tidak dilarang, kecuali bila kebudayaan-nya tersebut melanggar ajaran agama seperti; salat menggunakan gerakan pencak silat, dan atau bacaan salat diganti dengan bahasa atau lagu Indonesia Raya. Demikian dikemukakan Cak Nun (Emha Ainun Najib) dalamPengajian Budaya memperingati HUT Demak ke-511 di pelataran Masjid Agung Demak, Rabu (26/3) semalam.

Mencampur agama dengan kebudayaan seperti yang telah dilakukan oleh para wali songo itu tidak dilarang, karena tidak termasuk bid’ah dlolalah. Bahkan dakwah yang dilakukan para wali pada abad ke-13 tersebut sangat efektif, sehingga Islam dapat diterima dengan baik dan senang hati oleh penduduk pribumi, tersebar di seluruh pelosok Nusantara tanpa ada penolakan dan kekerasan di sana.


CakNun-9Cak Nun dalam Pengajian Budaya di Demak. (Foto: Machmud)

“Dulu, hanya sembilan orang wali, masyarakat Indonesia dapat menerima Islam dengan senang hati, tanpa adanya pemaksaan, kekerasan dan pertumpahan darah di antara pendakwah dan penduduk pribumi yang diajak untuk menggantikan keyakinan animis, dinamis Hindu dan Budha. 

Sekarang, ribuan orang ustadz telah menyebarkan ajaran Islam ke mana-mana, tetapi kaum muslim sendiri merasa ketakutan dan tidak nyaman melakukan ibadah hanya karena dibid’ah-bid’ahkan, dimurtad-murtadkan, dan dikafir-kafirkan”, kata Cak Nun.

Dicontohkan oleh Cak Nun, bahwa celana cingkrang yang dipakai dan janggut Rasulullah saw yang ditumbuhi rambut lebat adalah bukan busana dan penampilan dari ajaran Islam. Tetapi hal itu adalah kondisi riil Arab yang tidak sama dan tidak dapat diterapkan di Indonesia. 

Celana cingkrang di Arab (Mekah) adalah untuk menghindari najis, akibat struktur tanah yang naik turun bukit. Demikian pula jenggot lebat, itu memang ciri gent Arab, tetapi bukan kita yang di Indonesia ini harus meniru kebiasaan di sana.

“Bukan berarti bid’ah kalau kita (orang Islam Indonesia) makan menggunakan sendok, bepergian naik sepeda, motor, mobil, berangkat berhaji menumpang pesawat terbang, membangun masjid dengan bahan kayu, melambari lantai dengan sajadah ketika salat dan sebagainya sebagainya. 

Karena aslinya nabi Muhammad saw hanya makan menggunakan tiga jari, tidak pernah makan dengan sendok karena barang yang dimakan adalah buah kurma, bepergian mengendarai onta dan tidak pernah naik motor apalagi pesawat karena adanya tunggangan di gurun pasir itu hanya onta dan atau kuda, serta ketika membangun masjid Nabawi juga Rasulullah hanya membuat tiang-tiangnya dari pohon kurna, alas salatnya dari pelepah kurna dan atapnya dari daun kurma”, terangnya.

“Apakah mereka yang suka mengkafir-kafirkan muslim itu juga makan sop dan soto hanya menggunakan tiga jari? Apakah mereka bepergian selalu nunggang kuda dan menunaikan ibadah haji mengendarai onta? Apakah mereka salat beralaskan pelepah kurna di masjid yang bertiang pohon dan beratap daun korma?” lontar Cak Nun. (machmud)

Sumber: demakpos.com



Rabu, 26 Maret 2014

Cak Nun: Pilih Capres Soekarno-Soeharto


CakNun-19Pergantian pemimpin itu adalah sunnatullah, dan maraknya masyarakat membicarakan pemilu, tidak perlu dipikir terlalu dalam. Yang terpenting justru pemimpin di tingkat daerah inilah yang paling diperhatikan, karena keberadaan bupati atau walikota di pemerintahan daerah tersebut sangat bertanggung jawab dan bersinggungan langsung dengan kepentingan dan kehidupan rakyat. 

Demikian pesan moral budayawan, Emha Ainun Najib dalam ceramah Pengajian Budaya-nya menyambut HUT Demak ke-511 di pelataran Masjid Agung Demak, Rabu (26/3) semalam.

“Kalau bupati dan walikota di pemda sini sudah baik, peduli rakyat dan mengusahakan kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya, maka kewajiban bapak, ibu dan saudara-saudara sebagai rakyat daerah itu sudah terlepas. Soal presidennya siapa, gak usah dipikirkan karena tidak akan mempengaruhi perubahan secara signifikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan rakyat di daerah ini”, kata Cak Nun, panggilan akrab Emha Ainun Najib ini.

“Mau Ponari atau Jokowi, ggak masalah.”, tambah Cak Nun.

Yang perlu diingat dan dijadikan pedoman dalam memilih presiden adalah memilih orang bertanggung jawab atas tugas yang diembannya, dan yang benar-benar sudah diketahui hasil kinerjanya. Jangan memilih orang yang baru setengah perjalanan.

“Jangan memilih orang yang baru melaksanakan salat dua rekaat, kemudian diminta pindah menjadi imam di masjid lain. Itu salatnya batal alias tidak sah” kata Cak Nun tanpa menyebut nama capres dimaksud.

Budayawan yang juga sering disebut kiai mbeling ini menyarankan, agar pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang masyarakat memilih orang atau calon presiden yang memiliki karakter dan komitmen seperti Presiden Soekarno yang berani tegas menolak kemauan Amerika Serikat dan Presiden Soeharto yang memiliki komitmen tinggi terhadap kaum petani. (mac)