Tampilkan postingan dengan label hoby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hoby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Jembatan Bungo Demak Lokasi Memancing Yang Mengasyikkan


Pemancing mangkal di jembatan Bungo lama

Demak - Salah satu tempat favorit untuk memancing ikan di seputaran Jepara , Kudus dan Demak adalah jembatan Bungo yang dibawahnya mengalir sungai Wulan yang dikenal cukup deras alirannya. Jembatan ini yang terletak di desa Bungo kecamatan Wedung kabupaten Demak .

 Bagi penggemar olah raga memancing bukan tempat asing lagi , karena setiap hari puluhan orang memanfaatkan tempat ini untuk melampiaskan hoby memancing mereka . Puncaknya jika hari Minggu atau liburan tempat ini penuh dengan pemancing yang datang dari berbagai penjuru daerah Kudus , Jepara dan Demak . Mereka biasa datang 3 – 4 orang dengan membawa peralatan memancing dan juga umpan berupa udang hidup yang dibeli dari kiri kanan jembatatan.

” Saya bisa dipastikan memancing disini seminggu sekali , jika tidak ada pekerjaan bisa dua kali seminggu habis gimana udah hobi . Selain itu dalam setiap memancing saya dipastikan bisa membawa pulang ikan jadi ya ketagihan terus ”, ujar Ngadono (45) pemancing dari Welahan Jepara 

Ngadono yang siang itu ditemani 5 rekannya yang mempunyai hobny sama mengatakan , meskipun hasil memancing dengan biaya operasional memancing kadang lebih banyak biaya operasionalnya namun setiap kali mereka pasti berangkat memancing . 


Padahal selain meluangkan waktu mereka juga mengeluarkan biaya untuk membeli umpan berupa udang hidup, bensin atau ongkos transportasi dan juga untuk biaya makan satu hari . Namun hal itu bagi mereka bukanlah menjadi halangan , karena menurut mereka dengan memancing ikan bisa menghilangkan stres apalagi jika pulang membawa ikan besar hati ini rasanya gembira bukan kepalang.



” Seperti beberapa bulan yang lalu di tempat ini pernah ada pemancing yang mendapatkan ikan kakap dengan berat hampir 20 Kg , hari selanjutnya pemancing datang kesini secara berduyun-duyun sehingga jembatan ini penuh dengan manusia ”, tambah Ngadono yang setiap mancing pasti pulang membawa ikan.

Namun demikian ada yang disayangkan oleh para pemancing yang mangkal di jembatan Bungo ini yaitu kurang bersihnya kondisi air di sungai Wulan yang diakibatkan oleh limbah pabrik . Pada saat-saat tertentu kondisi air jadi keruh m sehingga ikan-ikanpun lari ke laut lagi , bahkan kadang kala ikan-ikan ditemukan para pemancing sudah dalam keadaan mati mengambang. 


Oleh karena itu mereka berharap kondisi air di sungai Wulan ini dapat bersih terus , dan pengelola pabrik di daerah Kudus tidak membuang limbahnya ke sungai Wulan. Dengan kondisi sungai yang bersih itu ikan-ikan besar akan datang ke sungai , sehingga para pemancing dapat mendapatkan ikan yang besar sebagai jerih payahnya memancing sehari.

” Bagi teman-teman yang punya hobi mancing dan bertempat tinggal disekitar Demak bisa coba mancing di jembatan Bungo ini , kita tanggung puas ”, ujar bang Kliwir teman Ngadono. ( Muin)



Jumat, 21 Maret 2014

Butuh Peralatan Mancing dan Juga Udang Hidup Hubungi Burhanuddin


Burhan di depan kios kecilnya
Demak – Memancing bagi sebagian orang merupakan kesenangan tersendiri yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Setiap ada waktu luang pasti digunakan untuk memancing. Mereka datang ke sungai-sungai, pinggir pantai sampai dengan memancing ke tengah laut.

Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Burhanuddin warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak membuka usaha jualan peralatan memancing. Selain peralatan memancing seperti walesan , pancing, senar wadah dia juga menyediakan umpan berupa udang hidup.

“ Saya membuka usaha jualan peralatan mancing sudah lebih lima tahun . pelanggan saya hampir enam puluh persen orang Kudus . Setiap hari mereka ke sini beli udang hidup untuk umpan “, kata Burhanudin (38) pada FORMASS, Minggu (9/3).

Uadang hidup untuk umpan
Burhan yang membuka usaha di rumahnya mengatakan, yang paling laris adalah udang hidup untuk umpan. Jika hari Minggu atau libur ia telah mempersiapkan udang hidup untuk pelanggannya. Udang hidup itu ia beli dari petani tambak di desanya.

Habis subuh ia pergi ke tambak untuk menjemput udang hidup dari petambak dengan membawa wadah. Setelah udang di dapat iapun cepat-cepat pulang agar udangnya hidup dan segar. Udang-udang itu ditempatkan di ember-ember besar berisi air dan diberi aerator.

“ Jualan udang untuk umpan ini susahnya kalau listrik sedang mati seperti ini udang harus ditempatkan di wadah khusus dan diberi tumput seperti ini. Kalau di taruh di air tanpa diberi oksigen akan cepat mati “, tambah Burhan.

Harga udang untuk umpan ini menurut Burhan selalu fluktuatif tergantung dari pasokan. Jika udang banyak harga murah namun jika pasokan sedikit harga terus naik hingga lipat dua kali. Namun demikian meski pasokan sedikit iapun tetap menyediakan udang ini untuk pelanggannya.

“ Hari ini udang untuk umpan rada sulit jadi harga agak mahal . Saat ini satu kilonya mencapai Rp 70 ribu. Namun untuk hari biasa perkilo sekitar Rp 40 ribu – Rp 50 ribu “, tambah Burhan.

Setiap pelanggan membutuhkan udang hidup berbeda beda tergantung dari tempat dan waktu memancing. Jika waktu mancingnya lama setiap pemancing butuh udang Rp 15 ribu – 20 ribu , namun dari pengalaman pemancing rata-rata menghabiskan umpan udang hidup Rp 10 ribu. Udang itu di buatkan wadah khusus agar daya hidupnya lama.

peralatan mancing semua ada

Menurut Burhan usaha penjualan peralatan mancing dan udang hidup ini bisa menambah penghasilan keluarganya. Selain dari toko kecil di depan rumahnya burhan juga mengaku kerja serabutan. Dia juga menyewa tambak untuk menambah pemasukan keluarganya.

“ Alhamdulillah meski dikit-dikit ya lumayan hasilnya bisa untuk tambah-tambah belanja keluarga “, kata Burhan menutup sua.


Bagi pemancing dimana saja berada yang sering memancing di daerah Kedungmutih dan sekitarnya bisa datang ke conter bang Burhan ini. Anda bisa membeli peralatan memancing dan juga umpan udang hidup . Selain datang langsung anda juga bisa order duluan di nomor HP 085 640 865 054. (Muin)