Tampilkan postingan dengan label Kedungmutih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedungmutih. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Malam Nisyfu Sya’ban “Melekan “ isi Kegiatan Ibadah


KH. Ma'ruf

Demak – Malam Nisfu Sya’ban yang jatuh pada malam nanti sebisanya di manfaatkan sebaik-baiknya. Selain membaca surat yasin 3 kali usai shalat maghrib dilanjutkan do’a untuk keselamatan bersama. Juga bisa dilanjutkan dengan selamatan atau sedekah dengan pembacaan tahlil atau barjanji.

“ Ya sebisanya malam nisfu sya’ban itu diisi dengan kegiatan ibadah , misalnya shalat malam , dzikir atau baca alqur’an “, kata Romo KH. Ma’ruf ulama sepuh desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang ditemui FORMASS pagi ini , Kamis (12/6)

KH. Ma’ruf mengatakan , sejak dahulu sampai sekarang tradisi memakmurkan malam Nisyfu Sya’ban sudah ada. Oleh karena itu dia mengharapkan kita bisa memanfaatkan malam itu sebaik-baiknya. Selain beribadah seperti biasanya dianjurkan tidak tidur semalam dalam rangka melekan dengan beribadah kepada Allah SWT.

Sedangkan tradisi memasang lampion atau lampu berwarna-warni . Sejak dahulu memang sudah ada . Filosofinya adalah kita dalam malam nisfu sya’ban itu diharapkan terjaga terus dan tidak tidur. Seperti halnya lampu warna-warni yang dipasang disetiap rumah.

Namun demikian dia mengatakan essensi dari peringatan Nisfu sya’ban saat ini sudah berubah. Mestinya lampu berwarna-warni yang menyala itu sebagai symbol agar kita melekan atau tidak tidur dalam rangka beribadah kepada Allah.

“ Tetapi yang terjadi sekarang justru lampu warna warni yang dibuat beraneka rupa . Namun setelah keramaian itu kemudian tidur sehingga mengurangi makna dari Nisfu Sya’ban “, tambahnya.


Oleh karena itu Kiai sepuh ini mengajak kepada seluruh umat Islam agar mengisi malam Nisfu sya’ban dengan kegiatan beribadah. Itu semua sebagai wujud kita bertaqwa kepada Allah SWT. (Muin)


Remaja Masjid Jami’ Baitul Makmur Kedungmutih Gelar Pawai Lampion




Demak – Dalam rangka memeriahkan malam nisyfu Sya’ban tahun 1435 H remaja masjid jami’ menggelar kegiatan pawai lampion. Acara yang digelar untuk kali pertama itu diikuti sekitar 100 peserta terdiri anak-anak usia TK, SD dan MTs.Acara pawai digelar usai shalat Isya “ yang sebelumnya juga diselenggarakan  acara baca surat yasin berjamaah , dan juga selamatan.

“ karena baru pertama kali dilaksanakan ya tidak begitu meriah , semua serba dadakan namun saya gembira karena antusias anak-anak cukup besar. Mareka menyajikan lampion berbagai macam rupa “, tutur Bang Slamet  Ketua panitia gebyar Nisfu Sya’ban Remaja Masjid Baitul Makmur pada Formass, Kamis (12/6)

Slamet mengatakan acara gelar pawai lampion untuk memeriahkan malam Nisfu sya’ban merupakan acara dadakan. Awalnya pengurus masjid mengadakan rapat dalam rangka menyambut bulan Sya’ban dan Ramadhan. Dalam acara itu di bahas tentang malam Nisfu Sya’ban yang diisi acara rutin baca surat Yasin dan juga Selamatan.

Agar lebih meriah dan mengenalkan pada anak-anak pada malam yang sacral itu. Iapu  mengusulkan untuk menambah acara dengan pawai lampion. Lampion merupakan lampu tradisi yang dipasang di rumah-rumah warga dalam rangka menyambut malam Nisfu Sya’ban .



“ Nah sayapun usul diadakan pawai lampion yang diawali di halaman masjid berkeliling desa lalu berakhir di halaman masjid lagi. Usul saya direspon alhasil sayapun mempersiapkan doorprize untuk peserta pawai agar bersemangat “, tambah Slamet.

Menurut Slamet jumlah peserta cukup banyak ada 100 anak. Mereka membawa  lampion berbagai bentuk . Ada yang berbentuk mobil-mobilan, Kereta Api , kapal , dan juga berbagai jenis hewan. Lampion itu diberangkatkan dari halaman masjid usai shalat isyak.

Sebelum diberangkatkan para peserta mengambil nomor . Nomor tersebut nantinya akan diundi dan disediakan door prize berbagai macam hadiah. Dari buku tulis, peralatan sekolah, topi, tas, makanan minuman dan mainan anak-anak.

“ Untuk hadiahnya kami carikan donatur dan juga dari kantong saya sendiri . Mudah-mudahan tahun depan lebih meriah lagi “, harap Slamet.

Suhari, S Pd I Nadzir masjid Jami’ Baitul Makmur menyambut positif atas usulan Slamet bagian remaja masjid. Dengan adanya acara itu maka remaja masjid mempunyai agenda rutin dalam rangka pengembangan dan juga ukhuwah Islamiyah. Selain itu juga dalam rangka memakmurkan masjid.


“ Kami harap selain acara nisfu Sya’ban ini masih ada acara lain utamanya dalam rangka memperingati hari besar Islam lainnya. Harapan kami masjid ini bertambah makmur dengan kegiatan yang melibatkan para remaja”, kata Suhari. (Muin)


Hore !!!! SDN Kedungmutih Lulus 100 Persen


Ibu Upik Kandarsih lepas siswa kelas VI


Demak- SD Negeri Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak , Sabtu (21/6) melepas 85 siswa kelas VI. Siswa kelas akhir sekolah pesisir itu  dinyatakan lulus setelah mengikuti Ujian Akhir Sekolah. Acara pelepasan itu di meriahkan juga pentas seni dan pemberian penghargaan.

Kepala SD Negeri kedungmutih Upik Kandarsih, S Pd dalam sambutan pelepasannya mengatakan, meskipun telah lulus namun diharapkan semua melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu semua siswa harus menjaga nama baik sekolah, tetap ingat kepada bapak dan ibu guru dan terus rajin belajar.

“ Ingatlah bapak dan ibu guru yang telah mengajarmu selama 6 tahun di bangku sekolah ini. Ibu ingin semua yang lulus hari ini kelak menjadi putra-putri harapan bangsa. Raihlah cita-citamu setinggi bintang diangkasa “, kata Upik di hadapan siswa dan juga orang tua kelas VI.

pentas seni


Sementara itu H. Sri Harwanto, S Pd pengawas TK/SD kantor UPTD Dikpora Wedung mengatakan , negara telah memberikan kesempatan sebesar-besar kepada warganya untuk mengakses pendidikan . Mulai dari tingkat SD , SMP dan juga SMA. Berbagai bantuan pendidikan telah diluncurkan seperti BOS, BSM semua itu agar warga Indonesia bisa terus sekolah tanpa terkendala biaya.

“ Dengan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, diharapkan warga Negara Indonesia bisa mengenyam pendidikan selama 12 tahun atau Wajib belajar 12 tahun. SD 6 tahun , SLTP 3 tahun dan SLTA 3  tahun”, ujar Sri Harwanto.

Oleh karena itu Sri Harwanto mengharapkan siswa yang lulus pada hari itu bisa terus melanjutkan pendidikan  yang lebih tinggi. Baik masuk ke SMP atau MTs dimanapun berada. Apalagi saat ini disetiap desa sudah ada sekolah lanjutan pertama. Jangan karena terkendala biaya akhirnya tidak melanjutkan sekolah.

Bergambar bersama


Acara pelepasan siswa berlangsung meriah dengan dipentaskannya nyanyian dan tarian oleh para siswa siswi SD Kedungmutih. Meskipun persiapan hanya sebentar karena terkendala waktu namun acara tersebut berlangsung cukup lancar. Orang tua wali yang hadir tampak bersemangat mengikuti dari awal sampai akhir.

“ Alhamdulilah meski persiapan kurang dan juga waktunya mepet . Anak-anak bisa tampil bagus. “, kata Zaenal Fathoni guru Agama yang menjadi ketua Panitia. (Muin)



Kamis, 29 Mei 2014

Bisa Nyalon Lagi Kades Kedungmutih Pilih Istirahat


Hamdan Kepala desa Kedungmutih

Demak – Keputusan Kepala Desa dan Petinggi desa bisa menjabat tiga periode sudah final. Sehingga Kepala Desa dan Petinggi bisa diperbolehkan lagi untuk mencalonkan diri untuk jabatan yang ketiga. Adapun masa jabatannya hanya 6 tahun dalam satu periode kepemimpinan. Dengan  kata lain  seseorang bisa menjabat kepala desa selama 18 tahun jika warga memilihnya.

Keputusan yang dituangkan dalam Undang-Undang desa tersebut diatas ditanggapi beragam oleh para Kepala desa maupun petinggi. Ada yang senang dengan keputusan tersebut. Namun banyak pula yang kurang sependapat dengan keputusan tersebut.

“ Untuk menjabat Kepala Desa yang ketiga kalinya saya kira hal itu cukup berat . Lha wong untuk jabatan kedua saja banyak yang tumbang . Sebagai contoh di Jepara kemarin incumbent yang jadi di bawah 30 persen “, ungkap Hamdan Kepala Desa Kedungmutih pada Warta Demak, Kamis (29/5).

Hamdan (60) yang menjabat Kepala Desa sudah 2 periode ini mengatakan, dalam pertarungan awal ia merasa ringan dari segi biaya dan juga proses. Namun untuk jabatan yang kedua biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Padahal dalam kepemimpinannya yang pertama tidak ada kecacatan yang fatal.

“ Namun karena Kepala Desa adalah jabatan prestige maka apapun akan dijalankan orang untuk mendapatkan jabatan tersebut. Meski harus beradu otot dan juga uang bahkan tipu muslihat dilakukan untuk meraih jabatan tertinggi di desa itu “, ungkap Hamdan

Oleh karena itu meski ia diperbolehkan mencalonkan diri lagi menjadi Kepala Desa dia tidak tertarik hal itu. Selain harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit tentunya harus beradu segalanya dengan lawan tandingannya. Baiknya memimpin desa dalam waktu satu periode , bisa hilang begitu saja karena fitnahan lawan.

“ Awal tahun 2015 ini masa jabatan saya habis. Meski beberapa pendukung masih setia namun saya memutuskan untuk beristirahat. Apalagi sudah ada kesibukan baru mengelola Pabrik garam ini “, tutur Hamdan yang juga sebagai pimpinan Pabrik Garam Iodium “Lancar Sejahtera” Kedungmutih.

Oleh karena itu meskipun Kepala Desa diperbolehkan mencalonkan diri untuk periode ketiga . Namun ia yakin kesempatan itu tidak banyak yang dimanfaatkan oleh Kepala Desa incumbent. Jabatan dua periode saja kadang tidak bisa terselesaikan apalagi untuk yang ketiga kalinya.


“ Mending masa jabatannya saja yang ditambah misalnya 8 tahun , dan pencalonan hanya dua periode saja. Karena dengan dua kali calon dan tiga kali calon biaya lebih ekonomis hanya dua kali calon “, kata Hamdan yang juga dituakan oleh Kepala Desa sekecamatan Wedung. (Muin)


Di Desa Kedungmutih Pohon Jambu Merahpun Berbuah Lebat




Demak – Saat ini Demak merupakan salah satu pemasok Jambu Merah jenis citra maupun delima . Selain dipasarkan disekitar kabupaten Demak  jambu dari kota Wali ini menyebar ke berbagai penjuru. Selain pasar tradisional Jambu Demak ini bertengger di rak-rak minimarket kota-kota besar. Bahkan kini jambu menjadi icon baru kota Demak.

Jambu Demak ini dulunya dikembangkan dari desa Betokan dan sekitarnya. Namun seairing dengan perkembangan waktu dan keadaan tanaman jambu ini sudah menyebar ke seluruh penjuru wilayah Demak. Bahkan di desa Pesisir seperti Kedungkarang dan Kedungmutih pohon Jambu Merah ini tumbuh baik dan berbuah lebat.

“ Kalau tidak salah pohon Jambu Merah ini hasil cangkokan dari teman adik saya daerah Bonang . Setelah kami tanam di belakang rumah ini bisa tumbuh dengan baik dan sudah panen beberapa kali “, ujar Habibah warga desa Kedungmutih pada Warta Demak, Kamis (29/5).

Petik Jambu Merah


Habibah mengatakan, menanam Jambu Merah ini tidaklah sulit . Pohon hasil cangkokan itu tinggal di tanam di pekarangan rumah . Jika masih kecil perlu penyiraman secara berkala. Namun setelah tumbuh baik daunnya lebat kita tinggal mengawasinya sesekali di beri pupuk. Selain itu dijaga dari hama dan gangguan hewan  seperti kambing dan ternak lainnya.

“ Mungkin kalau perawatannya bagus 6-7 tahun setelah di tanam jambu mulai bisa di panen. Awalnya memang buahnya tidak begitu lebat. Lama kelamaan makin lebat. Jika ngepasi baik buah dan daun justru kelihatan banyak buahnya “, papar Habibah yang Guru Agama sebuah Sekolah Dasar.

Selain dirinya di desa Kedungmutih ini warga yang menanam Jambu Merah ini cukup banyak meski hanya mempunyai 1-2 pohon di halaman mereka. Bibit tanaman jambu itu selain ada yang membeli atau mencangkok dari tempatnya. Banyak pula yang membeli dari penjual tanaman yang ider dari kampung ke kampung.



Menurut Ibu dari 3 anak ini , jika dikembangkan secara baik bertanam jambu ini bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan. Saat ini harga Jambu Merah dengan kualitas bagus setiap kilonya bisa mencapai Rp 15 ribu – Rp 20 ribu. Yang sedang harganya berkisar Rp 10 ribu – 12 ribu dan kulaitas rendah Rp 5 ribu – 10 ribu.

“ Karena ini hanya sebagai pengisi ruang kosong saja ya Jambu hasil dari tanaman ini biasanya dimakan sendiri. Jika berlimpah ya diberikan tetangga agar merasakan manisnya Jambu Merah ini “, kata Habibah

Di wilayah RT 02 RW 02 setidaknya ada 15 rumah yang mempunyai tanaman Jambu di halaman depan dan belakang rumahnya. Biasanya tidak ada perawatan yang istimewa pada tanaman jambu ini. Namun demikian setiap tahun tanaman ini bisa panen minimal 2 kali setahun. (Muin)








Bambu Masih Tetap di Buru Sebagai Pengganti Kayu


Bambu diturunkan dari truk

Demak – Sejak dahulu bambu dikenal sebagai tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Selain digunakan sebagai bahan kerajinan tangan untuk berbagai keperluan. Tanaman jenis rumput-rumputan ini juga dibutuhkan para nelayan dan petani tambak sebagai bahan bangunan sebagai pengganti kayu.

Bambu ini oleh para nelayan dibuat untuk bagan-bagan tancap atau apung dilaut. Bambu itu dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menyanggah jaring untuk menangkap ikan. Satu bagan tancap atau apung membutuhkan bambu puluhan hingga ratusan tergantung dari besarnya bagan tancap atau apung.

Sedangkan para petani tambak membutuhkan bamboo ini sebagai tiang pembuat gubug atau gudang garam. Dengan tiang bambu ini biaya pembuatan gudang lebih murah jika dibandingkan dengan kayu. Oleh karena itu jika musim garam tiba rezeki penjual bamboo cukup berlimpah.

“ Meski kayu lebih awet , namun harga kayu cukup mahal. Petani tambak masih membutuhkan bamboo. Satu gudang garam sedang setidaknya butuh bamboo lebih 50 batang “, ujar Zaedun penjual Bambu di pasar lama desa Kedungmutih.

Zaedun yang membantu usaha ibunya mengatakan , bambu-bambu jualannya itu ia pasok dari daerah Jepara seperti Mayong, Nalumsari , Bate , dan daerah hutan lainnya. Biasanya pembelian bambu dengan cara borongan satu truk dengan ukuran beragam.

Sesampainya di tempat bambu-bambu itu seterusnya dipilah-pilah sesuai dengan ukurannya . Ada ukuran  bambu besar panjang , besar sedang , dan kecil. Harga yang ditawarkan kepada konsumen juga berbeda-beda tergantung dari jenis dan panjangnya. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 10 ribu – Rp 100 ribu.

“ Biasanya kalau untuk pembuatan bagan apung membutuhkan bambu dengan ukuran sedang sampai besar harga perbatang bisa sampai 100 ribu. Tetapi jika untuk membuat peralatan oleh garam biasanya bambu ukuran sedang atau kecil “, cukup.

Usaha penjualan bambu ini menurut Zaedun cukup prospektif dengan keuntungan yang lumayan besar. Tinggal pandainya kita menaksir harga borongan pembelian bambu dari pengepul  asal Jepara dan daerah lainnya. Selain itu juga pandai-pandainya kita memilah bambu sesuai dengan jenis dan peruntukkannya.


“ Ya yang namanya usaha ya kadang untuk besar , ya kadang untuk sedikit. Pandai-pandainya kita mengatur keuangan. Yang penting kita bagus melayani pelanggan keuntungan akan datang dengan sendirinya”, kata Zaedun yang membuka usaha hampir 6 tahun. (Muin)


Selasa, 27 Mei 2014

Tanggul SWD I di Desa Kedungmutih Wedung Jebol

Tanggul sebelah selatan jebol

Demak – Tanggul sungai SWD I yang melewati desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak kondisinya memprihatinkan. Dibeberapa titik sudah sangat kritis , sedangkan di bagian selatan sungai ada yang jebol sekitar 5 meter panjangnya.

“ Jebolnya tanggul disebelah selatan sudah lebih setahun  tahun. Namun belum ada penanganan dari pemerintah “, kata Suhari petani tambak dari desa Kedungmutih pada WARTA DEMAK , Rabu (28/5)

Jebolnya tanggul sungai SWD I tersebut menurut Suhari akibat dari limpasan air banjir beberapa waktu yang lalu. Ketika terjadi banjir Mijen air dari Timur mengarah ke barat . Semua tambak garam tergenang air beberapa gudang garam ludes diterjang air banjir.

“ Air begitu besar dengan arus yang cukup tinggi . Tanggul sebelah selatan yang terendah jadi jalannya air keluar . Saking besarnya arus tanggul akhirnya jebol “, cerita Suhari yang juga Ketua BPD desa Kedungmutih.

Sedangkan  tanggul SWD I bagian utara di beberapa titik juga mengalami kritis, bahkan ada yang hampir jebol. Rusaknya tanggul tersebut diakibatkan oleh banjir besar di desa Tedunan bulan Januari yang lalu. Saking besarnya air ketika air sungai surut airpun menjebol tanggul di beberapa titik.

Hamdan Kepala Desa Kedungmutih ketika dikonfirmasi masalah tersebut membenarkan. Tanggul sungai SWD 1 kondisinya sudah sangat memprihatinkan . Setelah banjir bulan Februari yang lalu fihaknya telah mengajukan proposal pada pemerintah untuk merehab tanggul yang rusak itu.

Tanggul sebelah Utara  kritis


“ Jelas akibat banjir kemarin tanggul di sungai SWD 1 kerusakannya sangat parah . Sebelah Selatan jebol dan utara kritis . Jika rob pasang air laut dengan mudah masuk kampung dan tambak. Sudah saya ajukan tetapi belum ada respon “, kata Hamdan.

Menurut Hamdan rusaknya tanggul sungai SWD 1 akan berdampak pada kerugian warga masyarakat jika tidak ditangani dengan segera . Selain tanggul ditinggikan dan dirapikan dia juga mengajukan pintu saluran air secara terpadu.

Dengan adanya pintu air terpadu tersebut diharapkan tidak ada lagi tambak atau kampong tergenang air. Jika kondisi air dalam tambak besar air bisa keluar dengan cepat. Sedangkan  jika kondisi air sungai tinggi pintu air tinggal di tutup . Air pasang atau banjir tidak akan memasuki kawasan tambak maupun perkampungan.


“ Mudah-mudahan terealisasi tahun ini sehingga musim penghujan yang akan datang kita tidak was-was lagi seperti bulan Januari yang lalu hamper semua rumah di sini kemasukan air karena rusaknya tanggul SWD 1” , harap Hamdan ( Muin ).


Senin, 26 Mei 2014

Warga Pesisir Wedung Utara Akan Rasakan Air PDAM


Demak – Warga desa di pesisir Wedung Utara mulai dukuh Menco ,desa Babalan, Kedungmutih dan juga Kedungkarang akan rasakan air bersih dari PDAM Demak. Sesuatu yang sejak dulu diharap-harap kini tinggal selangkah lagi. Dua tahun yang lalu pipa besar telah dipasang ,kini pipa-pipa kecil juga telah di tanam.

“ Pipa besar untuk saluran air antar desa. Sedangkan pipa kecil ini merupakan saluran air menuju ke rumah warga “, ujar Dimin (45) kuli borong pasang pipa pada WARTA DEMAK, Senin (26/5).

Dimin mengatakan pemasangan pipa kecil ini mulai dari dukuh Menco , kemudian desa Babalan dan juga desa Kedungkarang. Sedangkan untuk desa Kedungkarang belum saat ini. Namun dalam waktu dekat pipa-pipa kecil juga akan dipasang sampai di desa Kedungkarang.

“ Untuk Menco semua bisa terpasang dengan lancar tanpa masalah. Namun di desa Babalan ada beberapa titik yang bermasalah dengan warga. Jadi belum semua titik tersambung “, tambah Dimin.

Sementara itu pemasangan pipa kecil di desa Kedungmutih , menurut Ahmad Mushonnef salah satu perangkat desa tidak ada masalah yang berarti. Semua warga merelakan depan rumah di gali untuk pemasangan pipa. Bahkan beberapa ruas jalan harus dihancurkan untuk kelancaran pemasangan pipa.

“ Untuk desa kami warga tidak mempermasahkan galian justru mereka senang . Air bersih telah ditunggu-tunggu sejak lama memasuki rumah mereka. Kelihatannya seluruh titik sudah tersambung pipa sampai di kampong relokasi sana “, ujar Ahmad Mushonnef.



Menurut dia , jika kemarau tiba hamper semua warganya membeli air bersih dari Jepara. Selain lewat penjaja air menggunakan sepeda dan sepeda motor. Ada juga warga yang mendatangkan air bersih lewat  mobil tangki dari Kudus dan juga Semarang.

Oleh karena itu dengan adanya sambungan pipa air bersih dari PDAM Demak ini . Warga bisa menghemat uang untuk membeli air. Setiap hari mereka mengeluarkan uang minimal Rp 5 ribu – 6 ribu untuk membeli air bersih. Selain untun kebutuhan minum mereka juga butuh air untuk memasak , mandi dan juga mencuci.

“ Apalagi jika musim kemarau panjang kebutuhan air bersih menjadi hal yang utama karena sumur –sumur tak berair . Yang ada hanya air asin dari sungai Serang.”, tambah Ahmad Mushonnef.
Menurut Mushonnef , sambungan pipa air ini akan mulai dirasakan warga akhir tahun ini. Oleh karena itu dia mengharapkan kepada warga untuk menyiapkan segala sesuatunya. (Muin)