Rabu, 04 Juni 2014

PENERIMAAN PESERTA PROGRAM SM-3T ANGKATAN IV TAHUN 2014


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang para sarjana pendidikan terbaik untuk ikut maju bersama mencerdaskan indonesia melalui Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) Angkatan ke-IV. 
Ikuti agenda rekrutmen berikut.
  1. Pendaftaran daring (online): 21 Mei – 15 Juni 2014
  2. Pengumuman hasil seleksi administrasi dan pengumuman jadwal tes online: 23 Juni 2014
  3. Tes online: 1 – 2 Juli 2014
  4. Pengumuman hasil tes online: 7 Juli 2014
Prodi yang diterima.
  1. Pendidikan Guru PAUD
  2. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  3. Pendidikan Luar Biasa
  4. Pendidikan Kewarganegaraan
  5. Pendidikan Bahasa Indonesia
  6. Pendidikan Bahasa Inggris
  7. Pendidikan Matematika
  8. Pendidikan Fisika
  9. Pendidikan Kimia
  10. Pendidikan Biologi
  11. Pendidikan IPA
  12. Pendidikan IPS
  13. Pendidikan Sejarah
  14. Pendidikan Geografi
  15. Pendidikan Seni (Drama, Tari, Musik, Rupa/Kerajinan)
  16. Pendidikan Ekonomi/Akuntansi
  17. Bimbingan Konseling
  18. Pendidikan Jasmani
  19. Pendidikan Teknik Mesin/Teknik Otomotif
  20. Pendidikan Teknik Bangunan
  21. Pendidikan Teknik Elektro/Elektronika
  22. Pendidikan Tata Boga/Tata Busana/Tata Rias
  23. Pendidikan Sosiologi/Antropologi

Persyaratan Peserta 2014

  1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan identitas diri berupa KTP yang masih berlaku;
  2. Lulusan program studi kependidikan S-1 (bukan transfer) tiga tahun terakhir (2012, 2013, 2014) dari program studi terakreditasi yang sesuai dengan mata pelajaran dan/atau bidang keahlian yang dibutuhkan, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang telah disahkan (legalisasi). Khusus lulusan tahun 2014 yang belum memiliki ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani dan/atau diketahui Pembantu/Wakil Rektor Bidang Akademik.
  3. Berusia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2014;
  4. IPK minimal 3,0 yang dibuktikan dengan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasi);
  5. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
  6. Bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang berwenang;
  7. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/Polresta; dan
  8. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T dan PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 6000 rupiah
Bukti persyaratan nomor 1) s.d. nomor 8) dibawa pada saat tes wawancara.

BAKSO BALUNGAN PAK KOKOK DEMAK SILAKAN COBA



(Dahulu bernama BAKSO BALUNGAN MAS KOKOK di ALUN-ALUN KOTA DEMAK sejak 1990, pelopor BAKSO BALUNGAN KHAS DEMAK)
**Kini hadir kembali dengan nama BAKSO PAK KOKOK
**Menu : BAKSO, MIE AYAM, MIE AYAM BAKSO, MIE AYAM CEKER, dll (100% Bakso Daging Sapi, 100% Halal)
**Alamat : Jl. Bhayangkara Baru (Depan APOTEK DEMAK FARMA), Kota Demak
(RSUD Sunan Kalijaga Demak ke UTARA)
**Pemesanan : 0857 4154 5622 / 0857 1246 0245
**Facebook : Bakso Pak Kokok
**Twitter : @BaksoPakKokok
SUMBER INFO : FACEBOOK WARGA DEMAK



Masyarakat Demak di Pasar Induk Jakarta Tuntut Pembangunan Daerahnya


Jakarta - Kerusakan infrastuktur jalan di Kabupaten Demak terutama jalan – jalan di tanggul sepanjang 480 km membuat semua pihak ikut peduli, karena kondisi seperti ini sudah berlangsung puluhan tahun dan bahkan ratusan tahun hingga beberapa kali ganti Bupati. Sehingga banyak jalan –jalan rusak dan tanggul –tanggul tidak di manfaatkaan dengan benar, padahal kalau di lihat letak Geografisnya, Kabupaten Demak sangat cocok untuk  segala tanaman karena airnya yang mengandung air asin.
Namun dikarenakan tidak ada kemauan Bupati beserta jajarannya (Red-Kepala Dinas), sehingga tanggul –tanggul tersebut tidak berfungsi dengan maksimal dan bahkan bisa mengakibatkan banjir. Seperti yang terjadi belum lama ini, tanggul Sungai Wulan di Desa Mijen, Kecamatan Mijen, jebol sepanjang 30 meter, sampai saat ini belum bisa ditutup karena genangan air masih tinggi. Akibat jebolnya tanggul itu, ribuan rumah dan ratusan hektare sawah milik warga tergenang air antara satu hingga dua meter.
Hal tersebut diutarakan H. Takwim, tokoh Masyarakat Demak  di Pasar Induk Kramajati disaat pertemuan antara Bupati Demak, H. Dachirin Said bersama Paguyuban Masyarakat Demak di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dijelaskannya, Warga Demak yang tinggal di Kramajati dimana semuanya para pelaku usaha pedagang sangat mengharapkan perubahan di Demak. Meskipun Warga Demak perantauan sudah sukses, tapi tetap bertekad ingin memberdayakan kampung halamnnya. Bahkan ketika Bupati almarhum Tafta Zani yang menjabat dua periode sudah beberapa kali menggelar pertemuan di Jakarta dan sudah di notulenkan daftar program kerja Pemda, tapi tidak ada realisasinya. “7 tahun yang lalu waktu Bupati almarhun Tafta Zani sudah membahas beberapa kali di Jakarta & terakhir di Holten Sultan, sudah di notulenkan program kerja Pemda tapi tidak ada realisasinya,” ungkap H. Takwim.
Menurutnya, sebetulnya untuk mewujudkan hal tersebut sangat mudah namun dikarenakan tidak ada kemauan Bupati beserta jajarannya, ya sampai kapanpun tidak ada terwujud. “Tapi keinginan Masyarakat Demak di Induk sampai kapapun harus bisa realisasi,” tegas pengusaha sukses asal Wedung ini.
Ditambahkannya, dirinya berharap dengan Bupati baru sekarang ini yang asli putra Demak, program yang sudah diusulkan bertahun-tahun lalu bisa di tindak lanjuti yaitu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya tanggul-tanggul irigasi dengan penanaman pohonan apa aja yang sesuai dengan Desanya masing-masing. Coba bayangkan kalau tanggul sepanjang 480 km di Kabupaten Demak ditanamin pohonan komersil, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat & bahkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak pada masa mendatang.
Lebih jauh dikatakan H. Takwim, untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati tinggal memanggil seluruh Kades dan mengintruksikan program tersebut. Bila perlu dibuat saja Perda atau Peraturannnya, pasti para Kades akan giat melaksanakannya karena hal tersebut juga akan memajukan Desa-nya masing-masing. Salah satu contoh Kabupaten Ponorogo sudah terbukti bisa menyuplai Buah Mangga sampai ke Cibitung, Bekasi , Jawa Barat, Induk Krmajati, Jakarta dan Lampung. Karena untuk menaplikasikan program tersebut, Bupati mengeluarkan Perda, tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga Demak berharap para wakilnya di DPRD maupun DPR RI khusunya Dapil Jateng 2 (Demak, Jepara, Kudus), berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat karena sudah terbukti selama ini sudah banyak program dari pusat yang dibawa ke daerahnya menjadi program yang berhasil, ujar warga Demak di Jakarta yang tidak mau disebutkan namanya.(M Ridwan)
SUMBER BERITA: BEDANEWS.COM


Waduh !!!!!! Baru Dua Tahun Ditempati, Pasar Bintoro Mulai Rusak


Pasar Demak (Foto: www.lensaindonesia.com)

DEMAK – Baru dua tahun ditempati pedagang, bangunan Pasar Bintoro mulai rusak di sana-sini. Di antaranya pipa saluran buangan dari lantai dua bocor sehingga merugikan pedagang yang berada di lantai dasar. Air buangan dari saluran yang bocor itu menetes ke dalam kios. Padahal, air yang menetes itu berasal dari saluran buangan toilet di lantai atas.

‘’Saya terpaksa mengeluarkan barang dagangan ke luar kios supaya buah-buah tidak terkena tetesan air,’’ kata Kusrinah (45), pedagang buah di sisi barat pasar kepada wartawan, Selasa (3/6) kemarin.

Kondisi serupa juga terjadi pada kios warung makan milik Sri Zubaedah (40), yang berada pada lantai dasar di sisi selatan pasar. Pipa saluran buangan dari los ikan di lantai dua ternyata bocor dan tetesan airnya sampai ke kios tersebut.

Kondisi tersebut ternyata sudah berlangsung tiga bulan terakhir. Sejumlah pedagang buah pun menyayangkan kelambanan reaksi petugas pasar lantaran terkesan membiarkan kondisi tersebut, bahkan beberapa pemilik warung makan terpaksa menutup usahanya, karena warung makannya sepi disebabkan oleh bau tidak sedap tersebut.

Meskipun pedagang sudah berinisiatif memasang terpal dihubungkan dengan ember penampung bocoran dengan maksud agar air buangan dari pipa yang bocor itu tidak menetes ke kios mereka. Namun bocoran tersebut seakan dibiarkan sehingga masih terus berlangsung dan menebarkan bau tidak sedap.

Petugas Tidak Tegas


Berkali-kali pedagang menyampaikan laporan kepada petugas pasar, namun sepertinya tidak ambil pusing. Menurut mereka, sikap petugas dinilai tidak tegas dari instansi pasar membuat sejumlah pemilik warung berjualan di lantai atas.
’’Dulu, kios lantai atas tidak boleh untuk berjualan warung makan. Kini, dibiarkan,’’ kata Sri Zubaedah.

Kepala Bidang Pasar Dinperindagkop dan UMKM Demak, Shokip mengaku belum tahu persis soal kerusakan bangunan Pasar Bintoro, dengan alasan dia baru beberapa hari menjabat, dan pihaknya akan mengecek akta perjanjiannya, apakah kerusakan ini masih jadi tanggung jawab rekanan atau tidak. (SM/J9)



SUMBER BERITA : DEMAKPOS

Kamis, 29 Mei 2014

ANIMO MENDAFTAR PPDU 2014 Di MTS NEGERI GAJAH SANGAT TINGGI


Salah stu kegiatan di MTs Negeri Gajah

Program MTs Negeri Gajah membuka PPDU (Penerimaan Peserta Didik Unggul) atau BCS  ( Bilingual Boarding School) MTs Negeri Gajah untuk tahun pelajaran 2014/2015 mendapat animo yang sangat tinggi dari masyarakat. PPDU dimaksudkan untuk menjaring calon Peserta Didik yang memiliki potensi akademik atau kemampuan intelektual, berakhlaq mulia / berkepribadian dan keterampilan terbaik di antara peserta didik di sekolah/madrasah asal.
Tujuan penerimaan peserta didik melalui program PPDU MTs Negeri Gajah 2014 adalah memilih calon peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, kematangan mental dan keterampilan untuk dapat menyelesaikan pendidikan MTs Negeri Gajah Demak dengan hasil yang maksimal, unggul  dan sukses di masyarakat.
Pendaftaran PPDU MTs Negeri Gajah 2014 yang dibuka mulai tanggal 7  April 2014. Hari ini, Jum’at 24 Mei 2014  jam 09.30 WIB jumlah pendaftar sudah mencapai 228 orang, yang terdiri dari pilihan BCS Boarding 117 orang, BCS Non Boarding 111 orang . Dari data yang ada, jumlah pendaftar yang berasal dari SD ada 180 orang, dan dari MI 48 orang.  Jumlah pendaftar laki-laki ada 79 orang, dan perempuan ada 149 orang.
Pendaftaran PPDU MTs Negeri Gajah 2014  masih dibuka sampai besok Sabtu 25 Mei 2015 sampai  jam 12.00 WIB.  Buat  Peserta Didik  SD/MI kelas VI yang berprestasi, segera daftar PPDU MTs Negeri gajah 2014 Demak  untuk masa depan yang lebih baik.

Ahmad Muhibbi , Pengepul Kepiting dari Desa Kedungkarang


Ahmad Muhibbi sedang memilah kepiting


Demak -
Desa Kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak saat ini masih menjadi satu-satunya desa pemasok kepiting bakau di daerah Demak dan sekitarnya. Selain banyak pemburu kepiting di desa ini banyak pula warganya yang membuka usaha sebaagai pengepul kepiting bakau yang mengumpulkan hasil kepiting dari para pemburu dan juga pembudidaya kepiting di kolam.
Salah satu pengepul kepiting yang cukup dikenal adalah Ahmad Muhibbi (40) . Di rumahnya setiap hari dia mengumpulkan puluhan hingga ratusan kepiting yang dibelinya dari para pemburu atau bakul di pasar . Setelah terkumpul banyak Kepiting itu selanjutnya dipasarkan ke berbagai tempat sekitar Demak juga sampai luar kota seperti Semarang, Solo dan Yogyakarta. Jenis kepiting bakau yang ia jual terdiri dari kepiting biasa dan kepiting bertelor. Unttuk harga kepiting selalu fluktuasi tergantung dari hasil tangkapan atau pasokan.
istri pak Muhibbi sedang timbang kepiting

“ Jika pasokan dipasar banyak otomatis harga turun sendiri , begitu juga perolehan dari para pemburu kurang harga akan naik sendiri . Namun untuk normalnya perkilo kepiting biasa berkisar Rp 40 ribu – 50 ribu dengan jumlah isi 5/6 kepiting. Untuk Kepiting bertelor harganya bisa dua kali lipat “, ujar Muhibbi pada wartademak sambil memilah-milah kepiting bakau.
Ahmad Muhibbi mengemukakan , usaha jual beli kepiting yang ditekuninya adalah meneruskan usaha orangtuanya dan juga mertuanya , setiap hari dia datang ke pasar untuk mencari dagangan. Selain itu banyak pula pengepul kecil atau pemburu kepiting yang datang langsung menjual hasil kepiting padanya. Istrinya di rumah melayani para penjual dan juga para pembeli yang langsung datang kerumahnya. Para pembeli yang datang biasanya para pelanggan yang memang membutuhkan kepiting dengan kualitas bagus. Jika memilih sendiri di pasar mereka kesulitan.
“ Selain kami setorkan ke pelanggan di kota , banyak pula para pembeli yang datang langsung ke rumah saya . Sehingga di rumah kami juga menyediakan kepiting bakau ini untuk para pelanggan “. Kata Muhibbi.
Dari usahanya jual beli kepiting ini Muhibbi mengakui sudah banyak mendapatkan hasil , selain bisa memperbaiki rumahnya , membiayai anak sekolah, dan juga untuk keperluan belanja sehari-hari. Oleh karena itu sampai sekarang usaha jual beli kepiting itu ditekuni sampai sekarang, bahkan dalam setiap kesempatan ia membuka daerah pemasaran baru agar jumlah penjualan semakin banyak.
Setiap hari di rumahnya ia sibuk mengatur kepiting yang akan disetorkan ke kota , selain memilah-milah menurut besar kecilnya kepiting juga memilihnya yang khusus bertelor. Harga kepiting tergantung dari jumlah perkilonya makin sedikit harga lebih mahal . Sedangkan untuk harga kepiting bertelor memang istimewa dibandingkan yang lain karena selain rasanya yang benar-benar lezat juga banyak diburu orang.
“ Kalau membeli disini kami jamin benar-benar-bertelor , tapi kalau sudah nyampai di kota kadang orang bisa terkecoh dari bentuk dan warna . Dilihat seperti bertelor namun ketika dimasak tak ada isinya “, papar Muhibbi. (Muin)
Profil usaha : Jual Beli Kepiting Bakau
Nama : Ahmad Muhibbi
Alamat : Desa Kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak
No HP : 081325732594

Bisa Nyalon Lagi Kades Kedungmutih Pilih Istirahat


Hamdan Kepala desa Kedungmutih

Demak – Keputusan Kepala Desa dan Petinggi desa bisa menjabat tiga periode sudah final. Sehingga Kepala Desa dan Petinggi bisa diperbolehkan lagi untuk mencalonkan diri untuk jabatan yang ketiga. Adapun masa jabatannya hanya 6 tahun dalam satu periode kepemimpinan. Dengan  kata lain  seseorang bisa menjabat kepala desa selama 18 tahun jika warga memilihnya.

Keputusan yang dituangkan dalam Undang-Undang desa tersebut diatas ditanggapi beragam oleh para Kepala desa maupun petinggi. Ada yang senang dengan keputusan tersebut. Namun banyak pula yang kurang sependapat dengan keputusan tersebut.

“ Untuk menjabat Kepala Desa yang ketiga kalinya saya kira hal itu cukup berat . Lha wong untuk jabatan kedua saja banyak yang tumbang . Sebagai contoh di Jepara kemarin incumbent yang jadi di bawah 30 persen “, ungkap Hamdan Kepala Desa Kedungmutih pada Warta Demak, Kamis (29/5).

Hamdan (60) yang menjabat Kepala Desa sudah 2 periode ini mengatakan, dalam pertarungan awal ia merasa ringan dari segi biaya dan juga proses. Namun untuk jabatan yang kedua biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Padahal dalam kepemimpinannya yang pertama tidak ada kecacatan yang fatal.

“ Namun karena Kepala Desa adalah jabatan prestige maka apapun akan dijalankan orang untuk mendapatkan jabatan tersebut. Meski harus beradu otot dan juga uang bahkan tipu muslihat dilakukan untuk meraih jabatan tertinggi di desa itu “, ungkap Hamdan

Oleh karena itu meski ia diperbolehkan mencalonkan diri lagi menjadi Kepala Desa dia tidak tertarik hal itu. Selain harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit tentunya harus beradu segalanya dengan lawan tandingannya. Baiknya memimpin desa dalam waktu satu periode , bisa hilang begitu saja karena fitnahan lawan.

“ Awal tahun 2015 ini masa jabatan saya habis. Meski beberapa pendukung masih setia namun saya memutuskan untuk beristirahat. Apalagi sudah ada kesibukan baru mengelola Pabrik garam ini “, tutur Hamdan yang juga sebagai pimpinan Pabrik Garam Iodium “Lancar Sejahtera” Kedungmutih.

Oleh karena itu meskipun Kepala Desa diperbolehkan mencalonkan diri untuk periode ketiga . Namun ia yakin kesempatan itu tidak banyak yang dimanfaatkan oleh Kepala Desa incumbent. Jabatan dua periode saja kadang tidak bisa terselesaikan apalagi untuk yang ketiga kalinya.


“ Mending masa jabatannya saja yang ditambah misalnya 8 tahun , dan pencalonan hanya dua periode saja. Karena dengan dua kali calon dan tiga kali calon biaya lebih ekonomis hanya dua kali calon “, kata Hamdan yang juga dituakan oleh Kepala Desa sekecamatan Wedung. (Muin)