Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

Inilah Wakil Kita Dari Dapil II (Jepara, Kudus, Demak) Yang Terpilih Ke Senayan

Inilah nama-nama Caleg 2014 yang lolos ke senayan dari Dapil II Jawa Tengan ( Kudus, Demak, Jepara ) berdasarkan perolehan suara :

 

1. NUSRON WAHID (GOLKAR) 243.021 Suara






2. FATHAN (PKB) 93.097 Suara



3. MUKHLISIN (PPP) 71.515 Suara






4. BOWO SIDIK PANGARSO (GOLKAR) 66.909 Suara



5. ABDUL WACHID (GERINDRA) 65.920 Suara



6. HM. PRASETYO (NASDEM) 51.999 Suara


7. DARYATMO MARDIYANTO (PDIP) 41.453 Suara


dan 4 anggota DPD JAWA TENGAH:




1. DENTY EKA WIDI PRATIWI 1.900.767



2. SULISTIYO 1.244.837


3. BAMBANG SADONO 1.235.476


4. AHMAD MUQOWAM 948.449

Sumber: Suara Merdeka



Inilah Wakil Kita Dari Dapil 4 ( Wedung - Bonang ) Yang Lolos Ke Dewan Demak

Inilah wakil-wakil anda di DPRD untuk Dapil 4 (Bonang, Wedung) sebanyak 8 kursi masing-masing ditempati oleh :


Nur Fadlan ( PKB)



 H Syafii Afandi (PKB)


Nur Wahid ( Golkar )



 H Sonhaji ( PDIP)



Ahmad Mansur ( Gerindra )


 H Sabiq ( PPP )



 Ibrahim Suyuti (Nasdem)



Fatkhan ( Demokrat )



Inilah 9 wakil DPRD Jawa Tengah Dapil II (Jepara, Kudus, Demak):






1. TAJ YASIN (PPP) 97.153 Suara






2. MUGIYONO (PDIP) 70.776 Suara
 


3. SRI HARTINI (GERINDRA) 65.903 Suara


4. NUR SA'ADAH (PKB) 64.665 Suara



5. FARIDA RAHMAH (GOLKAR) 52.485 Suara



6. JAYUS (PAN) 51.880 Suara


Add caption


7. AKHWAN (NASDEM) 31.643 Suara




8. HELMY TURMUDHI (DEMOKRAT) 26.666 Suara





9. AMIR DARMANTO (PKS) 17.803 Suara


Senin, 21 April 2014

Inilah Caleg Lolos DPRD Kabupaten Demak tahun 2014



Laporan Tribun Jateng, Muh Alfi

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK-  KPU Demak telah menyelesaikan penghitungan rekapitulasi suara dengan dihadiri 14 PPK, Minggu (20/4) malam. Dari hasil penghitungan itu, PKB menjadi pemenang, seperti pada Pemilu 2009 silam.
"Kami sudah menetapkan rekapitulasi suara dalam pleno semalam, PKB meraih suara tertinggi dalam pileg di Kabupaten Demak. Disusul Partai Golkar, Partai Gerindra dan PDI-P," ujar Ketua KPU, Mahmudi, Senin (21/4) siang.

Dari 50 jatah kursi, Mahmudi mengatakan untuk partisasi wanita dalam anggota dewan di DPRD Demak mencapai 14 persen. "Tercermin ada sekitar 8 perempuan yang mendapat jatah kursi di DPRD Demak," imbuhnya,

Berikut ini Perolehan Kursi di DPRD Kab Demak


Dapil 1 (Demak, Wonosalam, Dempet, Kebonagung) 12 kursi
PKB : Nurullah Yasin, Kastamah
Golkar : Budhi Ahmadi, Hermin Widyawati
PDIP : Tatiek Soelitijani, Faozan Gerindra: Ali Subkan, H Muthi Kholil
PPP : H Arifin
PKS : Ahmad Mudhofar
Demokrat : H Ngaspan
PAN : Susi Alifah 


Dapil 2 (Mranggen, Karangawen) 11 kursi
PKB : Ulil Nuha, Parsidi
Golkar, Robet Frendy Kurniawan, Yudo Astiko
PDIP : Sri Fahrudin Bisri Slamet, Untung Budi Santoso
Gerindra : Marwan, M Abdul Malik
PPP : Abu Said
PKS : Suhadi
Nasdem : Gunawan  


Dapil 3 (Guntur, Sayung, Karangtengah) 11 kursi
PKB : H Nurul Muttaqin, Churun Chalina Silfiya
Golkar, Sunari, Hj Ike Chandra Agustina
PDIP : H Sugiharno, Khoeron
Gerindra :  Maskuri, H Muntohar
PPP : Latifah
PKS : Safuwan
Nasdem : M Yasin


Dapil 4 (Bonang, Wedung) 8 kursi
PKB : Nur Fadlan, H Syafii Afandi
Golkar : Nur Wahid
PDIP : H Sonhaji
Gerindra : Ahmad Mansur
PPP : H Sabiq
Nasdem : Ibrahim Suyuti
Demokrat : Fatkhan 


Dapil 5 (Gajah, Karanganyar, Mijen) 8 Kursi
PKB : Ghozali
Golkar : Nuryono Prasetyo, Sanipan
PDIP : H Sudarno
Gerindra : Danang Saputra
PPP : Rozikhan Anwar
PKS : Kamzawi
PAN : Farodli


Sumber : www.Tribun

Minggu, 13 April 2014

Antri Nyoblos , Setelah Terima Amplop


Suasana TPS 1 Desa Kedungmutih

Demak - Pemilu tahun 2014 ini merupakan babak baru bagi peserta pemilu. Mereka dengan sekuat tenaga meraih sebesar-besarnya demi kemenangan partainya. Akhirnya beberapa cara dimanfaatkan untuk meraih suara sebanyak-banyaknya.

Entah dinamakan politik uang atau tidak . Namun kenyataannya para pemilih mendapatkan amplop dari tim sukses masing-masing. Isi amplop bervariasi tergantung dari kemampuan si calon legislative. Dari 5 ribu , 10 ribu , 20 ribu sampai 50 ribu.

“ Keluarga saya masing-masing  dapat 7 Amplop dari 7 calon ya saya terima . Nyoblosnya kita bagi semua calon dapat suara “, kata Madun                           ( bukan nama sebenarnya) warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung ketika antri Nyoblos di TPS 4.

Madun mengatakan, dia tidak meminta amplop pada tim sukses partai. Namun mereka sendiri datang kerumah warga. Dengan membawa data yang mereka kemudian memberikan sejumlah amplop sesuai dengan jumlah hak pilih. Mereka memberikan amplop sambil berkata ini titipan dari caleg ini.

“ Nilainya paling tinggi dari timses caleg kabupaten . Selanjutnya caleg propinsi dan terendah biasanya caleg DPR RI “, aku Madun.

Dengan pemberian amplop itu Madun mengaku bersemangat untuk datang ke TPS. Sehingga meski harus berpanas-panasan mereka datang antri dengan semangat. Selain dirinya tetangganyapun banyak yang hadir nyoblos karena mendapatkan amplop yang sama.

“ Ya kalau tidak ada amplop ya mendingan di rumah. Kalau tidak yang ke laut mencari ikan “, kata Madun yang kebetulan jadi nelayan.

Antrian pemilih yang menggunakan hak pilih tidak hanya terlihat di TPS 4 saja. Namun keramaian itu terlihat di semua TPS di desa Kedungmutih. Oleh karena itu jumlah kehadiran pemilih tahun ini di perkirakan cukup tinggi.(Muin)


TPS 1 Kedungmutih , Penghitungan Suara Hingga Malam Hari


Suasana penghitungan suara dengan bantuan lampu

Demak - Pemilu tahun 2014 merupakan pemilu dengan kehadiran pemilih paling tinggi sejak era reformasi. Ini terlihat dari antusiasme warga yang datang ke TPS sejak pagi hari. Pagi ,siang , sore sampai malam haripun warga terlihat ramai di TPS.

Saking antusiasnya warga menggunakan hak pilihnya itu penghitungan suara membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meski jam 1 siang pemungutan suara dihentikan.  Namun sampai dengan waktu maghrib tiba baru dua kotak suara yang dihitung.

“ Habis gimana jumlah antrian cukup panjang. Selain itu harus membuat berita acara dan juga tanda tangan saksi . Itu cukup memakan waktu . Maghrib kami baru bisa menyelesaikan penghitungan DPR RI dan DPD “, Ujar Musyafiq Ketua KPPS di TPS I desa Kedungmutih kecamatan Wedung  pada , demakpos (10/4).

Syafiq mengatakan, usai shalat Maghrib penghitungan suarapun dilanjutkan. Kotak  yang berisi suara DPRD provinsi kemudian dihitung. Waktu yang dibutuhkan untuk menghitung dan membuat berita acara kurang lebih 1 jam. Usai penghitungan suara DPRD Provinsi dilanjutkan penghitungan suara DPRD kabupaten.

“ Penghitungan suara kami lanjutkan usai shalat Maghrib. Dan sekitar pukul 20.07 acara penghitungan suara selesai. Empat kotak semua telah selesai dihitung tinggal membuat berita acaranya “, ujar Musyafiq .

Secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara berjalan lancar. Petugas TPS menjalankan tugasnya masing-masing. Antrian warga yang menggunakan hak pilihnya juga aman, lancar dan tertib. Kedatangan pemilih cukup antusias.

“ Alhamdulillah pelaksanaan kemarin semuanya lancar. Ini kami melaporkan dan merekap hasil di tingkat PPS “, kata Musyafiq yang di temui di balai desa Kedungmutih. (Muin)


Kamis, 03 April 2014

KPU Tolak Golput & ‘Tidak’ Melarang Monpol

Memilih (tanda gambar peserta) dalam pemilu, adalah hak setiap warga negara Indonesia, dan istilah golput (golongan putih-red) juga tidak pernah ada tercantum dalam Undang-Undang Pemilu. Oleh karenanya, KPU tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga pikirannya hanya untuk pekerjaan sia-sia tersebut.

Demikian dikemukakan mantan Ketua KPU Kabupaten Demak H Machmud Suwandi, S.Ag, M.H dalam diskusi kecildengan beberapa tokoh masyarakat dan perangkat desa, yang dimoderatori demakpos, di RM Sederhana Bonang, Sabtu (29/3) pagi. “Inilah yang selalu dikampanyekan penyelenggara pemilu pada setiap melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat di berbagai tempat, kalangan dan kesempatan”, tambahnya.

Meskipun golput tidak tersurat dalam UU Pemilu, namun karena keberadaannya di tengah warga yang kebingungan memahami kata ‘hak memilih’ dalam pemilu, dapat  ‘mengganggu’ dan mengancam kepercayaan legitimasi pemerintah, maka KPU pin gencar mengampanyekan tolak golput agar partisipasi pemilih tetap tinggi.

“Justru profesionalisme KPU ini ditantang”, kata Machmud.

Sedangkan monpol (money politik) atau apapun istilahnya, maksud kata istilah ini memang sudah sangat terang dan jelas tersirat dan tersurat dalam UU PemiluDi mana disebutkan bahwa money politik adalah perbuatan yang dilarang, dan pelaku (pelanggar)nya dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan atau denda

Oleh karena istilah money politik ini sudah tercantum dalam UU Pemilu, maka sudah menjadi kewajiban semua pihak (penyelenggara, KPU, Bawaslu/Panwaslu, peserta parpol dan caleg, serta warga/pemilih) untuk mengetahui dan mematuhinya.

Dengan alasan semua warga negara wajib mengetahui dan mematuhi setiap UU yang diberlakukan, menyebabkanfrekuensi kampanye KPU tentang money politik tidak segencar kampanye untuk tolak golput. Karena, sosialisasi UU Pemilu tersebut sudah dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait.

“Begitu peraturan sudah diundangkan dalam lembaran negara, maka semua warga negara sudah dianggap mengetahui isinya. Kalau pun masih ada yang kececer (kelewatan-red) belum mengetahuinya, maka bukan hanya KPU yang wajib menyosialisasikan UU Pemilu tersebut, melainkan juga pemerintah, lembaga penegak hukum, polisi dan kejaksaan serta khususnya panwas, lembaga yang lebih berkompeten terhadap pelanggaran-pelanggaran pemilu tersebut” kata Machmud. (mac)

Sumber : www.demakpos.com

“ Ora Ana Dhuwite , Ya Ora Nyoblos “


Pemilu tinggal beberapa hari lagi, namun hingar-bingar kampanye dengan pawai dan unjuk gigi panggung kini tak ada lagi. Warga seperti biasa menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa terganggu oleh hiruk pikuk oleh kampanye parpol. 

Yang terlihat hanyalah jejeran banner gambar calon dan bendera partai di sudut gang, jalan kampung , jalan raya sampai dengan jalan protocol di kota-kota besar.

Rakyat sudah  jenuh akan hingar bingar dan riuh rendahnya kampanye lima tahun yang lalu. Bagi mereka kemeriahan itu hanya euphoria yang menguntungkan sefihak. Kini mereka sudah lebih mengerti dibalik keramaian kampanye.

“ Kulo mpun bosen kaliyan kampanye . Sak menika kula kerja terus mboten ngurusi kampanye. Sing penting kerja Mas “, begitu kata salah seorang tukang becak di pasar Kliwon Kudus yang saya temui belum lama ini.

Pak Jo sebutlah namanya tukang becak itu. Puluhan tahun ia menghidupi keluarganya jadi tukang becak. Dia sudah mengalami berkali-kali pemilu dengan segala keramaiaannya. Menurutnya kampanye dengan hura-hura sekarang  tidak ada artinya.

“ Sak menika rakyat mpun pinter Mas. Caleg riyen do ngapusi sakwise dadi DPR lan sak kepenake dhewe . Sak niki Caleg sing nyalon kudu dipremo ben metu dhuwite “, kata pak Jo lagi.

Menurut pak Jo tidak usah pasang gambar besar-besar diberbagai tempat. Atau pasang bendera di tempat-tempat strategis. Semua itu hanya menghabiskan biaya saja. Yang penting ketika hari coblosan orang kecil diberi sangu mereka akan berangkat nyoblos.

“ Yen ora ana dunduman dhuwit. Aku yo ora mangkat nyoblos pak . Lebih baik aku narik becak kanggo mangan anak bojoku “, kata mas Min teman pak Jo sesama penarik becak di sudut pasar kliwon.

Mas Min lebih cerdas ketika ditanya siapa yang akan dipilih ?. Dia menjawab caleg yang ia kenal baik dan rumahnya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dia tidak melihat dari partai mana ,yang penting ia kenal dan baik itu yang ia coblos.


“ sing penting malih wonten sangune Mas , sebagai ganti mboten narik sedinten “, katanya Mas Min . “ Yen ora ana dhuwite piye Mas”, tanyaku. “ Ora ana dhuwite , Yo ara nyoblos Mas “, katanya. (Muin)


Selasa, 25 Maret 2014

Caleg Golkar Se kabupaten Demak Tertampang Di Baliho

Demak  - Kreatifitas sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil maksimal. Di antaranya yang dilakukan oleh Partai Golkar Kabupaten Demak. Lima baliho besar masing-masing mewakili daerah pemilihan se-kabupaten, dipasang di halaman mepet dengan pagar sehingga terlihat sangat mencolok dari kejauhan. Maksudnya, tentu agar pemilih atau orang yang melewati jalan protokol depan terminal bus tersebut bisa sama-sama mencermatinya.

Menurut para abang becak yang sering mangkal di depan kantor partai bergambar pohon beringin kepada demakpos, justru pemasangan baliho di lokasi tersebut dinilai tidak efektif karena tidak terbaca dan tidak tercermati oleh pemilih. Ini disebabkan, karena jalan di depan kantor partai ini terlalu ramai dan sarat laka. Sehingga pengguna jalan tidak berani berhenti walaupun sejenak, takut keseruduk kendaraan dari belakang.

CalegGol-1Lima baliho besar berisi nama caleg se-kabupaten. (Foto: Machmud)

Kelima baliho ukuran besar tersebut memuat nama-nama calon anggota legislatif dari Partai Golkar se-Kabupaten Demak mirip dengan surat suara yang akan dipergunakan dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 tanggal 9 April, atau saat pelaksanaan coblosan di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Bedanya, di dalam lembar surat suara tidak terdapat gambar atau foto caleg. Sedangkan di dalam baliho, tercetak lengkap; lambang dan nomor partai, nomor urut caleg, foto dan namanya.

“Apalagi ingin mencermati satu persatu nama caleg. Gak mungkinlah!”, kata Sarijan (45) tukang becak yang mengaku warga Desa Kendaldoyong Wonosalam Demak ini.

“Kalau malam memang agak sepi kendaraan, mas. Tapi siapa yang mau menyempatkan waktu ke mari, hanya untuk keperluan ingin membaca baliho yang tidak diterangi lampu cukup ini?”, timpal Abdul Wahid (43) rekan ngetemSarijan, warga Desa Sukodono Bonang Demak.

“Mending para caleg mendatangi rumah-rumah warga sambil mohon restu saja, nggak usah disuruh nonton foto dalam baliho juga gak apa-apa”,  timpal Haryadi (47) warga Kalikondang Demak Kota sambil nyengklak becak tanpa penumpang miliknya meninggalkan rekan-rekannya. (mac)

Sumber : demakposdotcom