Tampilkan postingan dengan label Nelayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nelayan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Nelayan Kedungkarang Operasikan “Dogol” Penangkap Teri


Nelayan desa Kedungkarang berangkat melaut

Demak – Nelayan desa Kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak dulu hanya dikenal sebagai penangkap ikan ,udang dan Kepiting. Namun saat ini sudah mulai mengoperasikan alat tangkap jenis dogol. Dogol adalah sejenis jarring yang special untuk menangkap ikan teri.

Dulu yang dikenal sebagai jagonya penangkap ikan teri adalah nelayan dari desa Panggung dan Surodadi kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Namun seiring dengan kebutuhan dan juga prospek yang bagus maka nelayan desa Kedungkarang juga mengoperasikan alat tangkap jenis dogol ini.

“ Ya gimana lagi , nelayan harus tanggap dengan suasana jika laut sedang ramai ikan teri ya dimanfaatkan untuk menangkap jenis ikan ini. Harganyapun lumayan alat tangkapnyapun mudah mencarinya “, ujar Masrukan Nelayan dari desa Kedungkarang pada FORMASS, Minggu (25/5).

Masrukan mengatakan alat tangkap jenis dogol ini pengoperasiannya sama dengan alat tangkap jarring atau arad. Namun dari segi tenaga alat dogol ini membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Untuk jarring atau arad hanya membutuhkan maksimal tenaga nelayan 2 orang.

es batu perbekalan nelayan kedungkarang

“ Nah untuk alat tangkap jenis dogol ini satu perahu rata-rata membutuhkan tenaga nelayan minimal 8 orang. Sedangkan perahunya juga harus lebih besar “, tambah Masrukan.

Menurut Masrukan nelayan desa Kedungkarang mulai mengoperasikan alat tangkap teri jenis dogol ini sudah setahun yang lalu. Awalnya hanya beberapa perahu saja . Namun saat ini ada sepuluh perahu lebih yang mengoperasikan alat tangkap teri ini.

Sebelum berangkat nelayan yang hendak melaut harus mempersiapakan bekal untuk dirinya. Bekal  operasional penangkapan  seperti bahan bakar juga es batu dipersiapkan untuk pengawetan ikan teri. Alat tangkappun dipersiapkan sebaik-baiknya.

“ Ya kalau sedang ramai satu perahu bisa dapat borongan Rp 2 – 3 Juta. Namun jika suasana laut sedang sepi ya Rp 1 juta dapat “, aku Masrukan.

Tidak setiap nelayan mempunyai perahu sendiri. Maka si pemilik perahu merupakan juragan dari nelayan yang lainnya. Oleh karena itu pembagian pendapatan dilakukan secara adil merata. Si pemilik perahu yang ikut dalam penangkapan mendapat bagian tersendiri sedangkan perahu mendapatkan 2 bagian.

“ Ya inginnya sih punya perahu sendiri namun karena kondisi ya terpaksa ikut njurag . Lumayan sehari jika ramai bisa mendapatkan Rp 200 ribu –Rp 300 ribu. Jika kondisi sepi ya Rp 100 ribu dapat “, kata Wandi teman Masrukan yang ikut berangkat melaut. (Muin)

Senin, 31 Maret 2014

PIP Semarang Berikan Penyuluhan Pelayaran Untuk Nelayan


Capt. Suwiyadi berikan kenang-kenangan pada Hamdan Kades Kedungmutih

Demak -  Bertempat di Balai desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Kamis, (27/3) berlangsung Penyuluhan Keselamatan Pelayaran dan juga kesehatan bagi nelayan. Penyuluhan yang diadakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP)  ini diikuti 75 nelayan warga desa Kedungmutih.

Dr. Capt. Suwiyadi, S.Mat, M Mar, MPd selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Direktur PIP mengatakan, acara penyuluhan untuk nelayan tersebut bertujuan agar nelayan yang melaut menangkap ikan selamat dan sehat dalam bekerja. Selain itu lingkungan laut juga terjaga kelestariannya.

Dikatakan , sering terjadi kecelakaan nelayan dilaut karena kurangnya ilmu pengetahuan dalam berlayar. Misalnya persiapan mesin perahu , kondisi perahu dan perbekalan yang lainnya.

Penyuluhan ini juga diharapkan para nelayan akan lebih trampil dalam berlayar sehingga selamat badannya  perahunya dan juga lingkungan. Tidak hanya badannya yang sehat , namun perahu dan mesin awet serta tidak menyebabkan polusi laut.


Suasana Penyuluhan nelayan dari PIP Semarang


“ Dalam pelatihan ini selain Persiapan berlayar , kami juga berikan penyuluhan mengenai perbaikan mesin kapal atau perahu. Sehingga para nelayan bisa mengatasi kerusakan mesin perahu dengan cepat”, kata Capt Suwiyadi padademakpos.

Selain itu acara penyuluhan ini  juga sebagai ajang pengenalan Politeknik Ilmu Pelayaran untuk para nelayan. Diharapkan putra atau putri  nelayan yang ada di Demak bisa belajar di PIP ini. Sehingga nantinya mejadi tenaga pelayaran yang profesional.

“ Kita berharap putra-putri nelayan dari Kedungmutih ini ada yang meneruskan pendidikan di PIP Semarang. Agar kelak menjadi pelaut yang handal “, tambahnya.
Hamdan Kepala Desa Kedungmutih mengatakan acara penyuluhan untuk nelayan dari PIP Semarang diapresiasikan oleh nelayan Kedungmutih cukup positif. Oleh karena itu nelayan  yang datang ke balai desa melebihi kuota yang disediakan.

Oleh karena itu dia selaku pemerintahan desa Kedungmutih mengucapkan terima kasih pada PIP . Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para nelayan lebih profesional dalam berlayar. Selain itu juga kemanan dan kesehatan para nelayan terjaga dengan baik.

“ Harapan saya ke depan ada lagi putra nelayan yang belajar di PIP ini. Saat ini ada satu taruna dari desa Kedungmutih yang belajar di sana”, kata Hamdan.

Menurut Hamdan  Amirul adalah salah satu taruna PIP yang berasal dari desa Kedungmutih. Dia adalah anak seorang nelayan dari RT 07 RW 03 . Saat ini sedang menempuh ujian akhir. Ke depan diharapkan ada lagi taruna atau Taruni PIP yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak. (Muin)



 

Rabu, 26 Maret 2014

PIP Semarang Berikan Penyuluhan Pelayaran Untuk Nelayan


Capt. Suwiyadi berikan kenang-kenangan pada Hamdan Kades Kedungmutih

Demak -  Bertempat di Balai desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Kamis, (27/3) berlangsung Penyuluhan Keselamatan Pelayaran dan juga kesehatan bagi nelayan. Penyuluhan yang diadakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP)  ini diikuti 75 nelayan warga desa Kedungmutih.

Dr. Capt. Suwiyadi, S.Mat, M Mar, MPd selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Direktur PIP mengatakan, acara penyuluhan untuk nelayan tersebut bertujuan agar nelayan yang melaut menangkap ikan selamat dan sehat dalam bekerja. Selain itu lingkungan laut juga terjaga kelestariannya.

Dikatakan , sering terjadi kecelakaan nelayan dilaut karena kurangnya ilmu pengetahuan dalam berlayar. Misalnya persiapan mesin perahu , kondisi perahu dan perbekalan yang lainnya.

Penyuluhan ini juga diharapkan para nelayan akan lebih trampil dalam berlayar sehingga selamat badannya  perahunya dan juga lingkungan. Tidak hanya badannya yang sehat , namun perahu dan mesin awet serta tidak menyebabkan polusi laut.


Suasana Penyuluhan nelayan dari PIP Semarang


“ Dalam pelatihan ini selain Persiapan berlayar , kami juga berikan penyuluhan mengenai perbaikan mesin kapal atau perahu. Sehingga para nelayan bisa mengatasi kerusakan mesin perahu dengan cepat”, kata Capt Suwiyadi padademakpos.

Selain itu acara penyuluhan ini  juga sebagai ajang pengenalan Politeknik Ilmu Pelayaran untuk para nelayan. Diharapkan putra atau putri  nelayan yang ada di Demak bisa belajar di PIP ini. Sehingga nantinya mejadi tenaga pelayaran yang profesional.

“ Kita berharap putra-putri nelayan dari Kedungmutih ini ada yang meneruskan pendidikan di PIP Semarang. Agar kelak menjadi pelaut yang handal “, tambahnya.
Hamdan Kepala Desa Kedungmutih mengatakan acara penyuluhan untuk nelayan dari PIP Semarang diapresiasikan oleh nelayan Kedungmutih cukup positif. Oleh karena itu nelayan  yang datang ke balai desa melebihi kuota yang disediakan.

Oleh karena itu dia selaku pemerintahan desa Kedungmutih mengucapkan terima kasih pada PIP . Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para nelayan lebih profesional dalam berlayar. Selain itu juga kemanan dan kesehatan para nelayan terjaga dengan baik.

“ Harapan saya ke depan ada lagi putra nelayan yang belajar di PIP ini. Saat ini ada satu taruna dari desa Kedungmutih yang belajar di sana”, kata Hamdan.

Menurut Hamdan  Amirul adalah salah satu taruna PIP yang berasal dari desa Kedungmutih. Dia adalah anak seorang nelayan dari RT 07 RW 03 . Saat ini sedang menempuh ujian akhir. Ke depan diharapkan ada lagi taruna atau Taruni PIP yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak. (Muin)



Sabtu, 22 Maret 2014

Separoh Lebih Perahu Kedungmutih belum BerPas


Demak - Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak merupakan salah satu desa nelayan di kabupaten Demak. Menurut data yang ada desa jumlah nelayan di Kedungmutih lebih dari 400 orang. Mereka menggunakan berbagai jenis perahu dari perahu kecil sampai berukuran sedang.

 Setiap hari mereka menangkap ikan di perairan sekitar Demak dan  Jepara . Namun pada waktu-waktu tertentu mereka sado mencari ikan hingga ke Tayu, Semarang dan Batang.

“ Bahkan ada beberapa nelayan dengan perahunya dibawa ke daerah lampung untuk menangkap ikan di sana “, papar Hamdan (56) Kepala Desa Kedungmutih.

Jumlah perahu nelayan yang berukuran kecil dan sedang ada sekitar 300an perahu. Namun dari jumlah tersebut yang mempunyai surat PAS kurang dari separohnya. Hal ini disebabkan kurangnya  informasi tentang manfaat kartu PAS perahu tersebut.

Selain itu mereka juga kurang informasi bagaimana pengurusan PAS perahu. Oleh karena itu usai sosialisasi PAS perahu yang diselenggarakan kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi . Diharapkan semua perahu yang belum mempunyai Pas segera dibuatkan.

“ Tentunya acara sosialisasi ini cukup bermanfaat . Kami sebenarnya hanya mengundang 50 nelayan namun yang hadir sekitar 70 orang. Ini menunjukkan  nelayan cukup antusias “, kata Hamdan.

Sementara Sabarudin yang sudah mengantongi kartu Pas perahu mengemukakan imbal balik dari fungsi kartu pas perahu tersebut. Dia mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas keamanan dilaut agar nelayan aman dan nyaman dalam menangkap ikan .

“ Contohnya di laut yang dangkal perlu adanya mercusuar agar nelayan tidak terjebak di dalamnya. Sampai saat ini belum ada fasilitas tersebut”, kata Sabar.

Selain itu Sabar juga menyinggung tentang asuransi kecelakaan bagi nelayan yang meninggal di laut. Sampai saat ini nelayan di desanya belum ada santunan nelayan yang meninggal karena kecelakaan dilaut. Jika ada     nelayan yang meninggal tidak ada santunan dari fihak manapun.

Dia mengharapkan nelayan yang menangkap ikan dilaut jika mengalami kecelakaan sampai meninggal . Keluarganya mendapatkan santunan yang bisa digunakan untuk meringankan beban. Untuk bentuknya bisa asuransi atau yang lainnya.


“ Saya selama menjadi nelayan di desa Kedungmutih kelihatannya belum ada program santunan atau asuransi untuk nelayan yang meningal di laut “, kata Sabar. (Muin)

Jumat, 21 Maret 2014

Nelayan Wedung Ikuti Sosialisasi Pas Kapal Kecil

Masruh, SH MH beri pengarahan

Demak - Bertempat di Balai Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak Jum’at (21/3) berlangsung Sosialisasi / Penyuluhan nelayan yang berkaitan dengan Pas kapal kecil. Acara yang diselenggarakan Kantor Dinas Perhubungan Kominfo kebupaten Demak diikuti sekitar 70 nelayan yang ada di desa Kedungmutih.

Masruh ,SH MH Kepala bagian Wasdalops ( Pengawasan Pengendalian dan Operasional ) Kantor Dinperkominfo dihadapan puluhan nelayan mengatakan, pas kapal merupakan legalitas kepemilikan seperti halnya BPKB atau STNK kendaraan bermotor. Oleh karena itu diharapkan semua nelayan yang mengoperasikan kapal baik kecil maupun besar harus mempunyai surat pas .

Menurutnya untuk mengurus surat PAS kapal kecil ini tidak membutuhkan biaya yang besar. Hanya menyiapkan persyaratan administrasi seperti Foto Copy KTP, KK dan yang lainnya. Oleh karena itu dia mengharapkan perahu atau  kapal nelayan yang belum mempunyai pas bisa segera mengurusnya.

“ Surat pas perahu ini sangat penting ketika nelayan menangkap ikan di tempat lain misalnya Semarang. Jika ada sewaktu –waktu ada operasi surat pas ini bisa dijadikan bukti “, kata Masruh.

Dalam acara tanya jawab Arifin salah satu nelayan mengatakan, pas perahu memang penting . Namun karena kurangnya informasi maka beberapa nelayan menyepelekan hal ini. Oleh karena itu dia mengharapkan adanya pengurusan surat pas ini secara kolektif.

Nelayan ikuti acara sosialisasi



Sementara itu Sholkan nelayan warga RT 08 RW 03 menanyakan pas perahu apakah bisa dijadikan jaminan kredit. Di Kabupaten Jepara dia mengatakan bahwa pas perahu bisa dijadikan agunan kredit . Dia mengharapkan di kabupaten Demak ini pas perahu bisa dijadikan agunan kredit seperti halnya di Jepara.

Hamdan (56) Kepala Desa kedungmutih pada demakpos mengatakan , jumlah perahu nelayan di desa ada sekitar 300 an perahu. Namun demikian yang mempunyai pas perahu belum ada separohnya. Oleh karena itu usai sosialisasi ini dia mengharapkan semua perahu bisa mengurusnya.

“ Apalagi bila pas perahu itu bisa menjadi jaminan atau agunan. Sehingga ketika mereka butuh modal bisa dijaminkan ke bank “, katanya.


Acara yang berlangsung sehari itu juga mendatangkan nara sumber dari kantor Dinas perikanan dan Kelautan Demak. Penyuluhannya berkaitan dengan Permen : 30/MEN/2012 tentang penangkapan ikan. (Muin)