Minggu, 11 Mei 2014

Tunggu Harga Naik , Busri Masih Tahan Garam Dalam Gudang


Busri dan garam simpanannya

Demak – Meskipun musim kemarau mulai diambang pintu , namun hal ini tidak membuat “grogi” Busri pengepul garam dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak. Garam simpanannya sekitar 300 ton masih ngendon di gudang. Dia berharap masih ada kenaikan harga garam satu atau dua bulan ke depan.

“ Biasanya kalau sudah bulan April atau Mei harga garam tidak merosot seperti ini . Padahal stok garam ditingkat petani sudah menipis apalagi saat ini masih turun hujan “, ujar Busri padaFORMASS , Sabtu (10/5).

Busri mengatakan kerugian petani garam di musim yang lalu cukup banyak selain harga garam yang cenderung turun. Bulan Januari yang lalu banjir besar juga melanda . Puluhan gudang garam petani hancur diterjang oleh air banjir.

“ Saya sendiri kehilangan garam lebih dari 100 ton di gudang. Ada ratusan petani yang nasibnya sama dengan saya. Jadi stok garam habis karena diterjang banjir “, tambah Busri.

Menurut Busri merosotnya harga garam ini terjadi hanya pada tahun ini saja. Yang sudah-sudah jika musim penghujan tiba harga garam pasti beranjak naik.  Ketika panen raya harga jatuh sudah biasa karena kelebihan barang.

Garam Curah dalam gudang

“ Tapi tahun ini kelihatannya sulit bagi petani untuk memprediksikan harga garam. Meskipun saat ini stok garam sudah menipis namun harga garam tidak ada kenaikannya “, kata Busri

Namun demikian dia tidak berkecil hati. Meskipun saat ini masih rugi namun ia bersabar untuk menahan stok garamnya di dalam gudang. Dia berharap hujan masih terus mengguyur sehingga musim garam mundur satu atau dua bulan ke depan.

Garamnya sejumlah 300 ton masih dibiarkan didalam gudang . Iapun menyibukkan diri dengan menggarap lahan tambaknya. Selain hidup dari berjualan garam iapun hidup dari memelihara udang dan Bandeng.


“ Ya gimana lagi belum ada kenaikan ya di tahan dulu. Siapa tahu tidak ada musim garam karena hujan terus . Harga garam pasti naik dengan sendirinya “, kata Busri. (Muin)

Jalan Depan Kantor Kecamatan Wedung Memprihatinkan




Demak – Meskipun kabupaten Demak telah menggalakkan betonisasi jalan sejak lima tahun yang lalu. Namun masih banyak ruas jalan yang belum tersentuh semen beton. Salah satunya jalan itu di depan Kantor kecamatan Wedung.

Ruas jalan sepanjang hampir satu kilometer di mulai dari pertigaan pasar Wedung sampai dengan pertigaan Ruwit kondisinya amat parah. Selain berlubang besar jika hujan menjadi kebangan air. Pengendara kendaraan  roda dua harus ekstra hati- hati melewati jalan ini.

Di depan kantor kecamatan Wedung yang merupakan urat nadi pemerintahan juga sama. Jalan raya itu kondisinya juga rusak parah selain ambles badan jalan tidak kelihatan lagi. Dari kejauhan mirip jalan kerbau banyak lumpur dan air.

“ Kelihatannya jalan ini sudah setahun tidak ada perbaikan , selain itu badan jembatan juga rusak parah. Apalagi jika hujan tiba jadi kubangan air . pengendara roda dua harus ekstra hati-hati “, kata Harun petugas lapangan KSP “ Margi Rahayu “ Kedungmutih yang sering lewat jalan ini jika ke Demak.

Kerusakan jalan itu seharusnya segera ditangani agar tidak menelan korban. Dengan kondisi jalan yang rusak itu rentan terjadinya kecelakaan . Pengendara kendaraan roda dua kesulitan memulih jalan. Sehingga berakibat terserempet kendaraan besar.

Pagi Hari Macet

Selain kondisi jalan yang rusak lalu lintas mulai pertigaan pasar Wedung jika pagi hari juga macet. Lalu lintas dari Demak menuju ke desa Bungo satu-satunya jalan besar harus melewati pertigaan pasar Wedung. Kemacetan itu karena badan jalan yang sempit

Kemacetan itu terlihat nyata ketika jam-jam berangkat kerja. Selain kendaraan roda dua kendaraan roda empat juga ikut meramaikan. Diperparah dengan para pedagang yang menggelar dagangannya di badan jalan. Celakanya pada jam-jam itu tidak ada petugas yang mengatur jalannya lalu lintas. (Muin)


Takut Macet Dana PUAP Masih Ngendon Di Rekening Gapoktan


Kepala Bappeluh beri sambutan

Demak – Salah satu program pemberdayaan di sector Pertanian adalah penggelontoran Dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian) . Dana masing-masing sebesar Rp 100 juta itu diberikan kepada Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani ) di setiap desa . Salah satunya desa-desa di kabupaten Demak.

Dari data yang ada dari seluruh desa di kabupaten demak sejumlah 249 desa baru 146 yang mendapatkan dana PUAP. Dari 146 desa itu ada beberapa desa yang dananya masih ngendon di rekening gapoktan. Salah satu penyebabnya diduga pengelola takut dana itu macet dianggota setelah dicairkan.

“ Ya karena itu dana pemberdayaan makanya setelah pelatihan ini saya harapkan semua Gapoktan atau LKMA. Mengelola dana PUAP ini dengan sebaik-baiknya . Ini semua demi peningkatan ekonomi di sector pertanian”, kata Kepala Bappeluh Demak Tri Wahyu Hapsari  di sela –sela pelatihan penguatan LKMA PUAP di Balai Desa Katonsari Demak.

Dikatakan, Gapoktan atau LKMA diharapkan memanfaatkan dan PUAP ini dengan sebaik-baiknya. Dalam pengelolaan jika ada kesulitan dapat meminta bantuan pada penyuluh atau PMT. Diharapkan setelah berjalan maka dana itu berkembang dan benar-benar dimanfaatkan  oleh para petani.

“ Jadi jangan ada lagi dana PUAP yang ngendon di Bank. Oleh karena itu pada kesempatan pelatihan ini anda semua dapat bertukar informasi dengan pengelola lain tentang perkembangan dana PUAP ini “, tambahnya.

Ahmad Ghufron PMT 


Sementara itu Ahmad Ghufron salah satu PMT mengemukakan, dana PUAP ini dikucurkan seperti halnya dana PNPM untuk pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu ada petunjuk pelaksanaan tentang pengucuran dana tersebut.

Dana PUAP ini sebagai modal awal Gapoktan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di pedesaan. Dana ini lewat LKMA ( Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) untuk membiayai usaha petani di sector pertanian, peternakan dan usaha lain yang berbasis pertanian.

“ Oleh karena itu jika ada dana PUAP yang masih ngendon di rekening ya itu seharusnya cepat-cepat di cairkan. Dana itu kan dana untuk pemberdayaan masyarakat petani “, kata Ahmad Ghufron.

Dikatakan juga , LKMA atau Gapoktan yang perkembangannya bagus ke depan bias berbadan hokum menjadi Koperasi. Beberapa LKMA atau Gapoktan di kabupaten Demak ini ada yang berhasil dan berkembang menjadi Koperasi. Sehingga usahanya lebih luas lagi .(Muin)



BUKU PRIMBON LENGKAP                

Jembatan Bungo Demak Lokasi Memancing Yang Mengasyikkan


Pemancing mangkal di jembatan Bungo lama

Demak - Salah satu tempat favorit untuk memancing ikan di seputaran Jepara , Kudus dan Demak adalah jembatan Bungo yang dibawahnya mengalir sungai Wulan yang dikenal cukup deras alirannya. Jembatan ini yang terletak di desa Bungo kecamatan Wedung kabupaten Demak .

 Bagi penggemar olah raga memancing bukan tempat asing lagi , karena setiap hari puluhan orang memanfaatkan tempat ini untuk melampiaskan hoby memancing mereka . Puncaknya jika hari Minggu atau liburan tempat ini penuh dengan pemancing yang datang dari berbagai penjuru daerah Kudus , Jepara dan Demak . Mereka biasa datang 3 – 4 orang dengan membawa peralatan memancing dan juga umpan berupa udang hidup yang dibeli dari kiri kanan jembatatan.

” Saya bisa dipastikan memancing disini seminggu sekali , jika tidak ada pekerjaan bisa dua kali seminggu habis gimana udah hobi . Selain itu dalam setiap memancing saya dipastikan bisa membawa pulang ikan jadi ya ketagihan terus ”, ujar Ngadono (45) pemancing dari Welahan Jepara 

Ngadono yang siang itu ditemani 5 rekannya yang mempunyai hobny sama mengatakan , meskipun hasil memancing dengan biaya operasional memancing kadang lebih banyak biaya operasionalnya namun setiap kali mereka pasti berangkat memancing . 


Padahal selain meluangkan waktu mereka juga mengeluarkan biaya untuk membeli umpan berupa udang hidup, bensin atau ongkos transportasi dan juga untuk biaya makan satu hari . Namun hal itu bagi mereka bukanlah menjadi halangan , karena menurut mereka dengan memancing ikan bisa menghilangkan stres apalagi jika pulang membawa ikan besar hati ini rasanya gembira bukan kepalang.



” Seperti beberapa bulan yang lalu di tempat ini pernah ada pemancing yang mendapatkan ikan kakap dengan berat hampir 20 Kg , hari selanjutnya pemancing datang kesini secara berduyun-duyun sehingga jembatan ini penuh dengan manusia ”, tambah Ngadono yang setiap mancing pasti pulang membawa ikan.

Namun demikian ada yang disayangkan oleh para pemancing yang mangkal di jembatan Bungo ini yaitu kurang bersihnya kondisi air di sungai Wulan yang diakibatkan oleh limbah pabrik . Pada saat-saat tertentu kondisi air jadi keruh m sehingga ikan-ikanpun lari ke laut lagi , bahkan kadang kala ikan-ikan ditemukan para pemancing sudah dalam keadaan mati mengambang. 


Oleh karena itu mereka berharap kondisi air di sungai Wulan ini dapat bersih terus , dan pengelola pabrik di daerah Kudus tidak membuang limbahnya ke sungai Wulan. Dengan kondisi sungai yang bersih itu ikan-ikan besar akan datang ke sungai , sehingga para pemancing dapat mendapatkan ikan yang besar sebagai jerih payahnya memancing sehari.

” Bagi teman-teman yang punya hobi mancing dan bertempat tinggal disekitar Demak bisa coba mancing di jembatan Bungo ini , kita tanggung puas ”, ujar bang Kliwir teman Ngadono. ( Muin)



Senin, 05 Mei 2014

Inilah Wakil Kita Dari Dapil II (Jepara, Kudus, Demak) Yang Terpilih Ke Senayan

Inilah nama-nama Caleg 2014 yang lolos ke senayan dari Dapil II Jawa Tengan ( Kudus, Demak, Jepara ) berdasarkan perolehan suara :

 

1. NUSRON WAHID (GOLKAR) 243.021 Suara






2. FATHAN (PKB) 93.097 Suara



3. MUKHLISIN (PPP) 71.515 Suara






4. BOWO SIDIK PANGARSO (GOLKAR) 66.909 Suara



5. ABDUL WACHID (GERINDRA) 65.920 Suara



6. HM. PRASETYO (NASDEM) 51.999 Suara


7. DARYATMO MARDIYANTO (PDIP) 41.453 Suara


dan 4 anggota DPD JAWA TENGAH:




1. DENTY EKA WIDI PRATIWI 1.900.767



2. SULISTIYO 1.244.837


3. BAMBANG SADONO 1.235.476


4. AHMAD MUQOWAM 948.449

Sumber: Suara Merdeka



Inilah Wakil Kita Dari Dapil 4 ( Wedung - Bonang ) Yang Lolos Ke Dewan Demak

Inilah wakil-wakil anda di DPRD untuk Dapil 4 (Bonang, Wedung) sebanyak 8 kursi masing-masing ditempati oleh :


Nur Fadlan ( PKB)



 H Syafii Afandi (PKB)


Nur Wahid ( Golkar )



 H Sonhaji ( PDIP)



Ahmad Mansur ( Gerindra )


 H Sabiq ( PPP )



 Ibrahim Suyuti (Nasdem)



Fatkhan ( Demokrat )



Inilah 9 wakil DPRD Jawa Tengah Dapil II (Jepara, Kudus, Demak):






1. TAJ YASIN (PPP) 97.153 Suara






2. MUGIYONO (PDIP) 70.776 Suara
 


3. SRI HARTINI (GERINDRA) 65.903 Suara


4. NUR SA'ADAH (PKB) 64.665 Suara



5. FARIDA RAHMAH (GOLKAR) 52.485 Suara



6. JAYUS (PAN) 51.880 Suara


Add caption


7. AKHWAN (NASDEM) 31.643 Suara




8. HELMY TURMUDHI (DEMOKRAT) 26.666 Suara





9. AMIR DARMANTO (PKS) 17.803 Suara